Kapan Lagi Dimulai, Saatnya Membangunkan Lahan Tidur Pulau Cawan Inhil Riau

Views Sabtu, Juli 25, 2026

Lahan tidur Desa Pulau Cawan Inhil Riau

Mandah-Inhil– Selain pesona alam Pantai Solop yang menawan serta kekayaan tangkapan lautnya yang menjanjikan, Desa Pulau Cawan di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, ternyata memiliki kekayaan alam terpendam lainnya. Wilayah ini menyimpan potensi puluhan hektare lahan kosong produktif yang sangat potensial untuk disulap menjadi sentra pertanian dan perkebunan ramah lingkungan. Sayangnya, pemanfaatan lahan tidur tersebut hingga kini belum berjalan maksimal akibat terkendala oleh minimnya sarana prasarana penunjang, akses permodalan, serta belum adanya program pendampingan yang intensif bagi para petani lokal.

Masyarakat setempat menilai bahwa pemanfaatan area tanah secara terstruktur tidak hanya akan meningkatkan taraf hidup keluarga nelayan secara signifikan, melainkan juga memperkokoh ketahanan pangan mandiri di desa. Jenis tanaman seperti kelapa hibrida, kelapa dalam, pinang, buah hortikultura, hingga tanaman pangan dinilai memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, semua potensi itu baru bisa terwujud bila didukung oleh teknologi bercocok tanam modern, pasokan bibit unggul berkualitas, serta manajemen tata air yang terencana baik.

Kepala Desa Pulau Cawan, S. Khairul Hanafiah, menegaskan bahwa ketersediaan lahan produktif yang luas ini merupakan modal penting bagi kemajuan ekonomi desa. Meskipun pemerintah desa telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah area yang dinilai potensial untuk dijadikan lahan pertanian terpadu, namun realisasinya memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.

"Desa Pulau Cawan memiliki hamparan lahan subur yang menanti untuk dikembangkan secara produktif. Jika kami memperoleh dukungan berupa pembangunan pintu air pengendali pasang surut, pembenahan sistem drainase, penyediaan bibit unggul, peralatan modern, serta bimbingan teknis yang kontinu, kami sangat yakin sektor perkebunan dan pertanian akan menjelma menjadi pilar baru ekonomi warga pesisir," ujar S. Khairul Hanafiah.

Khairul juga menggarisbawahi bahwa pengelolaan sektor pertanian ini wajib mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Langkah tersebut krusial agar kesuburan tanah tetap terjaga tanpa menimbulkan kerusakan pada ekosistem mangrove di wilayah pesisir Pulau Cawan.

Perwakilan warga setempat sangat berharap adanya respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan riil petani di lapangan. Keterbatasan dana dan sarana menjadi hambatan klasik yang dihadapi masyarakat secara terus-menerus. Warga berkeyakinan bahwa pemulihan lahan tidur ini akan menstimulus lahirnya lapangan kerja alternatif, terutama dalam pengolahan produk turunan hasil panen skala usaha mikro.

Di sisi lain, Ketua Pemuda Desa Pulau Cawan, Ramlan, mengemukakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengelola sektor agribisnis berkelanjutan ini. Menurutnya, pemuda desa siap mengambil peran sebagai agen perubahan asalkan mendapatkan pembekalan keterampilan bertani modern serta akses permodalan yang jelas.

"Generasi muda tidak ingin menjadi penonton dalam pembangunan desa sendiri. Kami siap turun ke lahan untuk mengembangkan konsep pertanian modern yang efisien sekaligus bersahabat dengan alam. Pembangunan pintu air serta penyediaan alat pertanian modern sangat kami nantikan untuk memulai langkah ini," tutur Ramlan.

Optimisme kini menyelimuti masyarakat Pulau Cawan. Mereka berharap program peningkatan kapasitas pertanian dan perkebunan ini segera diwujudkan, sehingga potensi lahan di Indragiri Hilir dapat memberikan kesejahteraan nyata bagi seluruh warga.(@red)