Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Waduh, Polda Kepri Periksa Dan Panggil Anggota DPRD Kepri Terkait Kepemilikan Kasus Lahan WIlayah Rempang Galang Batam

Views Rabu, September 13, 2023

Jakarta-Polda Kepulauan Riau (Kepri) buka suara terkait panggilan pemeriksaan terhadap anggota DPRD Dapil Kepri 6 Taba Iskandar, Rabu (13/9).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Nasriadi menjelaskan panggilan klarifikasi tersebut dilakukan pihaknya terkait kepemilikan lahan milik Taba di kawasan Sembulang, Rempang, Batam.

Ia membantah pemeriksaan terhadap Taba disebut sebagai bentuk intimidasi karena yang bersangkutan sempat mengkritisi polemik proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco-city.

"Bukan (pembungkaman) kami periksa tentang kepemilikan lahan," ujarnya saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com lewat pesan singkat.

"Saudara Taba dipanggil untuk klarifikasi tentang kepemilikan lahan di Rempang, karena tugas Ditkrimsus mendata semua kegiatan usaha baik perusahaan maupun perorangan," imbuhnya.

Nasriadi mengatakan dalam panggilan klarifikasi tersebut, Taba juga telah mengakui memiliki lahan perkebunan seluas 2 hektare di Sembulang, Rempang.

Selain itu, kata dia, Taba juga dengan sadar telah menyerahkan kepemilikan lahan perkebunan miliknya kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendukung program Rempang Eco-City.

"Saudara Taba Iskandar sudah memenuhi panggilan Ditkrimsus pada hari ini tanggal 13 September dan sudah diambil keterangannya dan mengakui memiliki tanah di Sembulang dan dengan kesadaran menyerahkan Tanah tersebut ke BP Batam," tuturnya.

Sebelumnya Taba mengaku mempunyai lahan sekitar 18 ribu meter di Sembulang yang dibeli dari kepala desa di sana yang saat ini sudah meninggal.

Setelah 20 tahun tak digarap, dia pun memutuskan untuk berkebun di lahan tersebut. Dia mengaku menanami pohon durian. Dia pun menegaskan bahwa dirinya menanam bukan di kawasan hutan.

"Itu di kampung Sembulang ya, bukan di hutan, di kampung Sembulang di pinggir jalan. Kenapa saya perlu melakukan ini agar jangan sampai ada yang menggulai itu, menggoreng isu itu," ujarnya. CNNIndonesia.com telah memperoleh izin dari Taba untuk mengutip.

Taba mengklaim tidak masalah jika tanahnya harus digusur asalkan sesuai aturan berlaku. Namun, dia tak sepakat jika warga yang sudah tinggal di Rempang sebelum Indonesia merdeka harus digusur.

"Nah, yang masalah sekarang itu apa? Itu kan, penduduk tempatan orang yang berlahir, lahir dan beranak pinak di sana, sebelum ada BP Batam dia sudah di kampung itu, maka konsep relokasi dan memindahkan orang itu kan menjadi tidak tepat," jelas dia.

Konflik ini bermula dari rencana relokasi warga di Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru dalam mengembangkan investasi di Pulau Rempang menjadi kawasan industri, perdagangan dan wisata yang terintegrasi.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) ditargetkan bisa menarik investasi besar yang akan menggunakan lahan seluas seluas 7.572 hektare atau sekitar 45,89 persen dari total luas Pulau Rempang 16.500 hektare.

Warga yang mendiami di Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru tersebut harus direlokasi ke lahan yang sudah disiapkan. Jumlah warga diperkirakan mencapai 10 ribu jiwa.

Bentrok pun pecah antara aparat dengan warga pada 7 September lalu. Aparat gabungan memasuki wilayah perkampungan warga. Sementara warga memilih bertahan dan menolak pemasangan patok lahan sebagai langkah untuk merelokasi.

Tak berhenti di sana, kerusuhan kembali terjadi pada 11 September saat ribuan warga menggeruduk kantor BP Batam, Kota Batam untuk menolak rencana relokasi dan meminta tujuh massa aksi warga dibebaskan.

Sumber;cnnindonesia - antaranews (kepri)

Persiapan Implementasi Nasional Aplikasi e-Bupot Unifikasi Instansi Pemerintah dan e-Bupot 21/26 Instansi Pemerintah

Views Selasa, Mei 18, 2021
Dalam waktu dekat, Direktorat Jenderal Pajak akan mengadakan implementasi nasional Aplikasi e-Bupot Unifikasi Instansi Pemerintah dan e-Bupot 21/26 Instansi Pemerintah. Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu di sampaikan terkait kewajiban perpajakan Wajib Pajak Instansi Pemerintah berkaitan dengan rencana implementasi tersebut:

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 231/PMK.02/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak bagi Instansi Pemerintah, disebutkan bahwa Instansi Pemerintah wajib melakukan pelaporan atas pemotongan dan/atau pemungutan serta penyetoran pajak dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa Unifikasi bagi Instansi Pemerintah. (lihat ketentuan)
Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor PER-02/PJ/2021 tentang Tata Cara Pemberian dan Penggunaan Nomor Identitas Subunit Organisasi Instansi Pemerintah serta Kewajiban Pelaporan Pajak Instansi Pemerintah, disebutkan bahwa pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiban perpajakan Instansi Pemerintah wajib menggunakan NPWP Instansi Pemerintah sejak Masa Pajak Juli 2021 dalam bentuk elektronik. (lihat ketentuan)
Berdasarkan hal tersebut, wajib pajak yang terkena dampak adalah seluruh bendahara di Indonesia. Untuk dapat menyampaikan SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah dan SPT PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah melalui Aplikasi e-Bupot, Instansi Pemerintah harus melalui langkah-langkah sebagai berikut:
memiliki Sertifikat Elektronik; dan/atau
Instansi Pemerintah harus mendaftarkan Subunit Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) PER-02/PJ/2021.
Oleh karena itu, apabila instansi Saudara/i belum memiliki Sertifikat Elektronik untuk pelaporan SPT maka kami mengimbau agar Saudara/i segera mengajukan permintaan Sertifikat Elektronik tersebut kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Hal lain mengenai implementasi Aplikasi e-Bupot Unifikasi Instansi Pemerintah dan e-Bupot 21/26 Instansi Pemerintah akan kami sampaikan kemudian.

Apabila membutuhkan konsultasi, Saudara/i dapat menghubungi petugas Pajak melalui sumber informasi dibawah ini:

Live chat di situs www.pajak.go.id;
Akun Twitter @kring_pajak;
Surat elektronik (email) informasi@pajak.go.id;
Surat elektronik (email) resmi unit kerja vertikal (daftar dapat dilihat di www.pajak.go.id/unit-kerja); atau
Telepon ke Kring Pajak (021) 1500200.

Berkembang Pesat. UMKM di Tanjungpinang Kini Jadi Penopang Ekonomi Kota

Views Senin, Maret 01, 2021

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Pemerintah menilai, UMKM mampu menangkal gejolak ekonomi pada era pasar bebas dan tahan krisis.
Upaya Pemko Tanjungpinang mendorong perkembangan UMKM di Tanjungpinang tidak sia-sia.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, UMKM berkembang cukup pesat.
Berdasarkan data Badan Perizinan Pelayanan Perizinan Terpada (BP2T) Kota Tanjungpinang, selama kurun 2014-2015 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan untuk kategori usaha mikro sebanyak 166 usaha, kecil sebanyak 920 usaha dan usaha menengah 109 usaha.
Kepala BP2T Kota Tanjungpinang Tengku Dahlan, Selasa (5/4/2016) mengatakan perkembangan UMKM cukup pesat di Kota Tanjungpinang dan kini menjadi penopang ekonomi terbesar ibukota provinsi Kepri ini.
Hal itu membuktikan perdagangan UMKM di Kota Tanjungpinang kian diminati warga.
Dengan begitu mindset masyarakat sudah tidak semata mencari kerja atau menjadi pegawai dan keryawan melainkan berusaha membuat peluang pekerjaan sendiri dengan berbisnis memenuhi kebutuhan hidup.(*)

Sumber berita:
http://batam.tribunnews.com/2016/04/05/berkembang-pesat-umkm-di-tanjungpinang-kini-jadi-penopang-ekonomi-kota
Sumber gambar:
http://infotanjungpinang.com/wp-content/uploads/2014/08/Malam-Kesenian-Rakyat-Dinas-Pariwisata-dan-Ekonomi-Kreatif-Kota-Tanjungpinang.jpg

BI Kepri targetkan Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 6,5-7 persen

Views Jumat, Februari 26, 2021
BATAM - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepri menargetkan pertumbuhan ekonomi akan menguat pada kisaran 6,5 - 7 persen (yoy).
Penguatan pertumbuhan tersebut, diperkirakan masih akan ditopang oleh investasi dan konsumsi.
Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra dalam pertemuan tahunan BI bertemakan Sinergi untuk percepatan transformasi di kantor BI, Rabu (23/12/2015) pagi.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor baik internal maupun eksternal yang mendorong optimisme pertumbuhan ekonomi tahun depan.
Meskipun pertumbuhan ekonomi selama tahun 2015 menunjukan trend perlambatan akibat pelemahan ekonomi global serta tingginya nilai inflasi Kepri.
Gusti menyatakan inflasi Kepri tahun ini mengalami anomali, dimana berada di atas inflasi nasional. Bahkan menjadi nomor dua tertinggi se Sumatera.
"Inflasi Kepri yang biasanya lebih rendah dari inflasi nasional, pada tahun 2015 mencatat inflasi tertinggi, sebesar 6,19 persen (yoy). Jauh dari inflasi nasional yang hanya 4,89 persen (yoy). Lonjakan ini terutama didorong kenaikan harga bahan makanan akibat hambatan pasokan. Salah satunya beras. Padahal beras itu, tahun-tahun sebelumnya saya cek di buku laporan tidak pernah menyebabkan kenaikan inflasi," tutur Gusti.
Selain itu, pelemahan ekonomi global pun ikut berpengaruh pada ekonomi Kepri. Pada triwulan III 2015, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 5,72 persen (yoy) melambat dibanding triwulan II 2015 sebesar 6,25 persen (yoy).
"Untuk keseluruhan 2015, perekonomian Kepri diperkirakan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen (yoy). Lebih rendah dari pertumbuhan 2014 sebesar 7,32 persen (yoy)," ucap dia.
Sumber Berita:
http://batam.tribunnews.com/2015/12/23/bi-kepri-targetkan-pertumbuhan-ekonomi-2016-sebesar-65-7-persen
Sumber Gambar:
http://merantipos.co/assets/berita/29754305491-duit.jpg

Bisnis Disektor Agrobisnis

Views Kamis, Februari 25, 2021

Seorang penggiat agrobisnis, Pak Purwanto, Krajan, Jambewangi, Banyuwangi (bercocok tanam coklat dan kates) yang sudah 22 tahun digelutinya, mengatakan : Kegiatan agro adalah kombinasi antara hobby dan seni. Seperti apa hobby itu ? Anda jangan beternak ikan jika anda tidak bisa betapa nikmatnya melihat ikan meliuk-liuk atau ikan dengan lahapnya saat kita memberi makan. Lantas seninya dimana ? anda membutuhkan kreatifitas mengatur tata-letak kolam, tanaman yang menaunginya atau peralatan beternak ikan yang anda modifikasi sehingga pekerjaan beternak ikan makin mudah dan tidak melelahkan.
Agrobisnis
seperti bisnis lainnya merupakan peluang jika anda bisa menyikapi dan menjalankannya dengan baik. Wilayah Indonesia yang luas, iklim yang cukup stabil dan sinar matahari yang melimpah sepanjang musim. Kata koes Plus, tanah kita tanah surga, menjawab bahwa bisnis ini layak digeluti dengan serius. Padi, ikan, jagung, kedelai mampu di mulia-biakkan hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Sekarang, saatnya anda menangkap peluang ini, mulailah tahap kecil skala kecil. Berbeda dengan perdagangan langsung seperti jual beli dipasar, anda akan menerima profit dalam bentuk uang tunai dalam satu hari, bercocok-tanam atau beternak membutuhkan waktu lebih lama. Ikan Patin 7 bulan, Cabe 4 bulan, sawit minimal 4 tahun.
Anda bisa melirik data dibawah ini, yang range modalnya antaraRp.500.000 hingga Rp.100.000.000
Pembibitan tanaman
Pembenihan ikan
Pupuk, pestida dan obat-obatan, suplemen, vitamin, probiotik dan antibiotik ikan.
Beternak modal sangat minim seperti : Cacing sutra, cacing lumbricus, kroto, ulat hongkong (Point ini anda bisa memulai modal dibawah Rp.500.000)
Bahkan beberapa binatang yang menjijikkan sekarang ini sudah dilirik, sarang semut, belatung dan lalat.
Jasa transportasi dan packing.
Pengepul, suplier, dropshipper atau pengecer.
Jasa keuangan atau menggunakan sistem bagi hasil dengan pelaku yang dipercaya.
Budidaya tanaman hias, iklan hias, komoditi pertanian yang berorientasi ekspor.
Produk olahan dan kuliner hasil bumi.
Beberapa komoditi yang selalu dibutuhkan sepanjang masa, seperti : padi, jagung dan buah-buahan. Coklat, tomat, beternak ayam dan banyak lagi.

Kompleksitas sektor agrobisnis justru bisa dijadikan peluang usaha dan anda bisa memilih salah satu bidang yang paling anda kuasai teknik dan cara-caranya, yang paling anda suka. Yang membuat anda bergairah.
Nah, andaikata anda berminat dan sudah menentukan pilihan bisnis anda, pastikan bahwa anda berjanji kepada diri sendiri : Bahwa anda bisa.

PELUANG USAHA
Agrobisnis adalah pilihan peluang usaha yang dapat memberikan keuntungan menggiurkan. Beberapa produk suplemen, probiotik dan antibiotik ikan air tawar bisa menjadi pilihan.
Di Indonesia, penggunaan suplemen, probiotik dan antibiotik untuk peningkatan kualitas tumbuh ikan masih minim, budidaya selama ini masih mengandalkan cara tradisional, managemen kolam yang apa adanya dan mengandalkan kebaikan alam.
PRODUK ANDAL
Menurut penuturan penggiat disektor agrobisnis, saat ini budidaya ikan air tawar selalu mengalami pasang surut, pada hari ini ada peternak yang gulung tikar namun diwaktu dan tempat lain tumbuh peternak baru. Sementara kebutuhan akan ikan Nila, Lele, Patin, Gurami, Bawal, Mujair, Mas dan lain lain dari waktu kewaktu selalu meningkat. Merekapun selalu melakukan uji coba, trial and error yang menghabiskan biaya, waktu dan tenaga.
TANTANGAN DAN INOVASI
Usaha ini bukan tanpa kendala, menjelaskan kepada pembeli tentang produk kita adalah hal yang paling berat, mengenalkan brand name adalah menjadi awal-awal yang paling sulit. Satu saja apresiasi positif yang diberikan oleh peternak menjadi kebanggaan tak terkira. Sedih juga diperoleh jika ada komplain jika produk tidak memberi manfaat kepada penggunannya, kita tahu variabel dari sebuah budidaya ditentukan dari banyak faktor seperti :
Kualitas benih
Persiapan kolam
Managenen pakan
Managemen Transportasi
Dan lain-lain
Inovasi tak kenal waktu adalah landasan yang menjadi cambuk pemecut semangat. Riset, penelitian dan pengembangan produk dan harus menjadi pioneer adalah obsesi tertinggi dengan selalu menggali dan mengenal kebutuan budidayawan ikan air tawar diseluruh Indonesia.

Sumber Berita :
http://boosterfish.com/bisnis-di-sektor-agrobisnis-bag-1/
Sumber Gambar :
static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/stories/thumbs/ladang_agrobisnis09.jpg

Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh ?

Views Senin, Oktober 29, 2018

SATUPORTAL.NET - Seorang penumpang pesawat Lion Air telah turun 13 menit setelah lepas landas dari Jakarta pada Senin (29 Oktober).

Penerbangan jatuh ketika berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 pagi ke Pangkal Pinang. Tiga belas menit kemudian pesawat kehilangan kontak.

Menurut data mentah yang diambil oleh Flightradar24, data pelacakan penerbangan awal menunjukkan pesawat naik ke sekitar 5.000 kaki sebelum kalah, dan kemudian kembali, sebelum akhirnya jatuh ke laut. Terakhir dicatat menunjukkan kecepatan telah meningkat menjadi 345 knot.

Badan pencarian dan penyelamatan Indonesia (Basarnas) mengatakan bahwa tiga kapal dan satu helikopter telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar Karwang.

Ada 188 orang di dalamnya, 178 dewasa, 1 bayi dan dua bayi, dua pilot dan lima awak kabin.

Sementara itu Kasubag Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Yusuf Latif mengatakan “Sudah A1 (pesawat jatuh, Red).”

Pernyataan Yusuf terkait kabar pesawat Lion Air JT-610 tujuan Cengkareng-Pangkal Pinang jatuh saat masih berada di daerah Jawa Barat.

Kabar musibah ini beredar luas melalui jejaring media sosial termasuk WhatsApp.

Yusuf menjelaskan, pesawat jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat. Belum diketahui pasti penyebab jatuhnya pesawat ini.

“Kordinatnya di Tanjung Karawang. Nanti yah lengkapnya,” sambungnya seperti dilansir Jawapos.com.

Dari informasi yang beredar di kalangan wartawan, pesawat Lion Air JT-610 ini memiliki rute Jakarta – Pangkal Pinang. Pesawat take off dari bandara internasional Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB.

Namun naas, hanya 13 menit terbang, atau sekitar pukul 06.33 WIB pesawat dipastikan hilang kontak (lost contact). Dan dipastikan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Sampai berita ini diunggah, tim redaksi JawaPos.com masih berusaha terus menghubungi manajemen Lion Air.

Sumber: 
BatamPos.co.id
RakyatKu.com