Kemerdekaan Pangan Dimulai dari Desa: Pulau Cawan Punya Potensi Lahan, Kelapa Pertanian yang Menunggu Dibangkitkan

Views Sabtu, Agustus 15, 2026

MANDAH, INHIL — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 semestinya tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan masa lalu. Bagi masyarakat Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kemampuan membangun ketahanan pangan dan kekuatan ekonomi dari potensi yang tersedia di desa sendiri.

Pulau Cawan memiliki lahan, perkebunan kelapa dan peluang pengembangan pertanian. Tantangannya sekarang bukan sekadar membuka lahan, tetapi mengubah lahan menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan pangan, pendapatan dan lapangan usaha bagi masyarakat.

Narasi tentang lahan yang belum dimanfaatkan perlu mulai digeser. Lahan tersebut harus dilihat sebagai bagian dari cadangan ekonomi desa yang membutuhkan perencanaan, pengelolaan dan dukungan infrastruktur agar dapat memberikan manfaat nyata.

Potensi pertanian yang dapat dikembangkan tidak harus bertumpu pada satu komoditas. Data bidang usaha Koperasi Solop Andalan Mandiri mencantumkan pertanian jagung, padi hibrida dan padi inbrida, berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, kubis, tomat, terung dan labu, serta pertanian cabai. Pada sektor perkebunan, pertanian kelapa juga tercantum secara khusus dalam master KBLI 2025 koperasi.

Ini membuka peluang bagi Pulau Cawan untuk membangun pola produksi yang lebih beragam.

Kelapa dapat menjadi komoditas utama perkebunan, sementara tanaman pangan dan hortikultura dapat dikembangkan sesuai kesesuaian lahan dan kondisi setempat. Diversifikasi seperti ini penting agar ekonomi masyarakat tidak terlalu bergantung pada satu sumber pendapatan.

Namun potensi tidak akan bergerak tanpa infrastruktur.

Pengelolaan air menjadi salah satu faktor penting bagi lahan pertanian. Kebutuhan seperti pintu air, saluran pengairan dan pengendalian tata air perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan produksi, terutama karena Pulau Cawan berada di kawasan pesisir.

Demikian pula dengan alat dan mesin pertanian. KBLI 2025 mengakui jasa penunjang pertanian yang mencakup pengoperasian peralatan irigasi serta penyediaan perlengkapan mesin pertanian berikut operatornya. Artinya, kebutuhan alsintan bukan sekadar persoalan alat, tetapi bagian dari sistem pendukung produksi yang dapat dikelola secara kelembagaan.

Di sinilah kelompok tani dan koperasi memiliki peran strategis.

Petani yang bergerak sendiri-sendiri akan menghadapi keterbatasan dalam pengadaan sarana produksi, penggunaan alat, pengumpulan hasil dan pemasaran. Sebaliknya, kelembagaan yang kuat dapat membantu menghubungkan produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar.

Koperasi Solop Andalan Mandiri sendiri telah menetapkan pengelolaan hasil perkebunan, perdagangan umum, penyediaan kebutuhan pokok masyarakat serta usaha lain yang sah sebagai bagian dari bidang usahanya. Visi koperasi juga menekankan pengembangan usaha ekonomi anggota secara produktif dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Maka koperasi dapat diarahkan bukan hanya sebagai tempat berhimpun, tetapi sebagai penghubung antara petani, sarana produksi, hasil panen dan pasar.

Nilai tambah juga harus menjadi sasaran berikutnya.

Kelapa, misalnya, tidak harus selalu keluar dari Pulau Cawan sebagai bahan mentah. Master bidang usaha koperasi telah mengidentifikasi industri kopra, minyak mentah kelapa, minyak goreng kelapa dan produk makanan dari kelapa. Dengan pengolahan yang tepat, hasil perkebunan dapat menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang di desa.

Momentum kemerdekaan karena itu menjadi kesempatan untuk mengajukan agenda yang konkret: lahan produktif, bibit yang sesuai, tata air yang baik, alsintan, kelompok tani yang aktif, pengolahan hasil dan pasar yang jelas.

Kepala Desa Pulau Cawan Said Khairullah Hanafiyah berada pada posisi penting dalam mendorong koordinasi pembangunan desa, sementara unsur pemuda seperti Ramlan juga merupakan bagian dari kekuatan masyarakat yang dapat ikut mengawal gagasan pengembangan ekonomi lokal. Namun pembangunan pertanian tidak boleh bergantung pada figur tertentu. Yang dibutuhkan adalah sistem yang melibatkan pemerintah, kelompok tani, koperasi dan masyarakat.

Kemerdekaan pangan pada akhirnya bukan slogan.

Jika Pulau Cawan mampu mengolah lahannya menjadi sumber pangan, menjaga perkebunan kelapa, mengembangkan hortikultura, memperkuat kelompok tani dan menghubungkan hasil produksi dengan pasar, maka desa tidak hanya menjadi tempat tinggal. Desa menjadi pusat produksi dan kekuatan ekonomi masyarakat.

Pulau Cawan memiliki modal awal itu: lahan, laut, kelapa dan masyarakat.

Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian mengubah potensi tersebut menjadi produksi nyata.

Kemerdekaan pangan dimulai dari desa. Dan Pulau Cawan memiliki kesempatan untuk membuktikannya.(@red)

Kebun Kelapa Pulau Cawan di Ujung Ancaman: Lahan Produktif Bisa Menjadi Masa Depan Ekonomi Jika Segera Diselamatkan

Views Senin, Agustus 10, 2026


MANDAH, INHIL — Di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), pohon kelapa bukan sekadar tanaman yang tumbuh di lahan masyarakat. Kelapa adalah bagian dari denyut ekonomi desa. Bersama aktivitas perikanan, perkebunan menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat pesisir.

Karena itu, ketika kawasan pesisir menghadapi ancaman abrasi dan perubahan kondisi lingkungan, perhatian terhadap kebun kelapa tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang berdiri sendiri.

Lahan perkebunan adalah aset ekonomi. Jika lahan kehilangan produktivitas, yang hilang bukan hanya tanaman, tetapi juga sumber pendapatan keluarga dan peluang ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.Bagi masyarakat Pulau Cawan, laut dan kebun bukan dua dunia yang terpisah. Keduanya menjadi sumber penghidupan yang saling melengkapi. Karena itu, menjaga pesisir berarti pula menjaga ruang ekonomi masyarakat yang bertumpu pada perkebunan kelapa.

Indragiri Hilir sendiri memiliki basis perkebunan rakyat yang kuat. BPS Kabupaten Indragiri Hilir menyediakan data khusus mengenai luas areal dan produksi perkebunan rakyat menurut jenis tanaman, termasuk kelapa, sebagai bagian dari statistik pertanian, kehutanan dan perikanan daerah. Bahkan, BPS menyebut data perkebunan hasil Sensus Pertanian 2023 sebagai salah satu landasan untuk merancang kebijakan transformasi sektor pertanian.

Konteks tersebut memperlihatkan bahwa perkebunan kelapa bukan sekadar urusan petani secara individual. Ia merupakan bagian dari ekosistem ekonomi daerah yang membutuhkan perlindungan, peningkatan produktivitas dan pengembangan nilai tambah.

Pulau Cawan memiliki tantangan tersendiri sebagai wilayah pesisir. Ketika abrasi mengancam garis pantai dan perubahan kondisi lingkungan berpotensi memengaruhi lahan, maka perlindungan kawasan pesisir harus dipandang sebagai bagian dari strategi mempertahankan aset ekonomi masyarakat.

Namun, penyelamatan kebun tidak cukup hanya dengan menjaga lahannya.

Pertanyaan berikutnya adalah: berapa besar nilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari kelapa jika masyarakat tidak hanya menjual hasil kebun sebagai komoditas mentah?

Di sinilah pembangunan perkebunan Pulau Cawan membutuhkan arah baru.

Kelapa dapat dikembangkan menjadi berbagai produk. Dokumen bidang usaha Koperasi Solop Andalan Mandiri telah memasukkan pengelolaan hasil perkebunan sebagai salah satu bidang usaha koperasi. Bahkan, master data bidang usaha koperasi mencantumkan sejumlah peluang pengolahan berbasis kelapa, antara lain industri kopra, minyak mentah kelapa, minyak goreng kelapa, produk makanan dari kelapa, serta industri serat sabut kelapa.

Ini berarti arah pembangunan dapat didorong dari menjual kelapa menjadi mengembangkan industri berbasis kelapa.

Sabut yang selama ini mungkin dianggap limbah, misalnya, dapat diarahkan menjadi cocofiber atau cocopeat. Tempurung dapat memiliki nilai ekonomi tersendiri, sementara daging kelapa dapat masuk ke rantai pengolahan kopra maupun minyak kelapa. KBLI 2025 secara khusus mencantumkan industri serat sabut kelapa yang mencakup cocofiber, cocopeat dan produk terkait.

Dengan model seperti itu, satu pohon kelapa tidak hanya menghasilkan satu komoditas. Ia dapat menciptakan beberapa sumber nilai ekonomi sekaligus.

Tetapi semua itu membutuhkan prasyarat: lahan harus tetap produktif.

Karena itu, pemerintah perlu melihat persoalan Pulau Cawan secara terintegrasi. Perlindungan pesisir, peningkatan produktivitas perkebunan, akses sarana produksi, pengolahan hasil, pemasaran dan penguatan kelembagaan masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

Koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk menghubungkan petani dengan pengadaan sarana, pengumpulan hasil, pengolahan dan pasar. Visi Koperasi Solop Andalan Mandiri sendiri menekankan pengembangan usaha ekonomi anggota secara produktif, berbasis potensi lokal, dengan tata kelola transparan dan akuntabel.

Maka menyelamatkan kebun kelapa Pulau Cawan bukan sekadar menyelamatkan pohon. Ini tentang menyelamatkan aset, pendapatan, pekerjaan dan masa depan ekonomi masyarakat.

Pulau Cawan tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengelolanya secara lebih serius.

Jika pesisir terlindungi, kebun terjaga, hasil kelapa diolah dan pemasaran diperkuat, maka perkebunan tidak lagi sekadar bertahan dari musim ke musim.

Kebun kelapa dapat menjadi fondasi ekonomi baru Pulau Cawan. Dan untuk mewujudkannya, penyelamatan harus dimulai sebelum lahan produktif berubah menjadi kerugian yang sulit dipulihkan.(@red)

Pantai Solop, Laut, dan Kelapa Dalam: Tiga Potensi Besar yang Menanti Langkah Nyata Pembangunan Berkelanjutan

Views Minggu, Agustus 02, 2026

Pantai SOlop Dulu dan Sekarang

Indragiri Hilir – Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, memiliki tiga potensi utama yang diyakini mampu menjadi fondasi pembangunan ekonomi masyarakat, yaitu Pantai Solop sebagai destinasi wisata unggulan, sektor perikanan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir, serta perkebunan kelapa dalam yang telah lama menjadi komoditas andalan daerah. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung melalui kebijakan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Selama ini, Pantai Solop menjadi salah satu ikon wisata alam Kabupaten Indragiri Hilir yang menarik perhatian wisatawan karena keindahan panorama pesisirnya. Di sisi lain, masyarakat menggantungkan kehidupan dari hasil laut yang melimpah serta aktivitas perkebunan kelapa dalam yang menjadi sumber pendapatan keluarga. Namun berbagai potensi tersebut masih menghadapi tantangan, mulai dari ancaman abrasi pantai, keterbatasan infrastruktur perikanan, hingga belum optimalnya pengelolaan lahan perkebunan dan industri hilir berbasis kelapa.

Kepala Desa Pulau Cawan, S. Khairul Hanafiah, mengatakan ketiga sektor tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam strategi pembangunan desa. Menurutnya, pengembangan kawasan wisata, perikanan, dan perkebunan akan saling mendukung dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Pantai Solop, sektor perikanan, dan perkebunan kelapa dalam merupakan kekuatan utama Desa Pulau Cawan. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian melalui pembangunan infrastruktur, perlindungan kawasan pesisir dari abrasi, bantuan bibit unggul, peningkatan sarana perikanan, hingga program hilirisasi produk. Dengan begitu, potensi yang kami miliki dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujar S. Khairul Hanafiah.

Perwakilan masyarakat Desa Pulau Cawan menilai pembangunan yang terintegrasi akan memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan pengembangan satu sektor saja. Menurut mereka, keberhasilan menjaga Pantai Solop akan mendukung sektor pariwisata, sementara peningkatan kualitas perikanan dan perkebunan akan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

"Kami memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan nyata agar potensi tersebut dapat berkembang. Jika wisata semakin maju, hasil laut memiliki nilai tambah, dan perkebunan kelapa semakin produktif, tentu kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," ungkap perwakilan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Pulau Cawan, Ramlan, mengatakan generasi muda siap menjadi bagian dari pembangunan desa melalui berbagai inovasi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap pemuda diberikan ruang untuk ikut mengembangkan sektor pariwisata, perikanan, dan perkebunan berbasis potensi lokal.

"Kami ingin Pantai Solop semakin dikenal, hasil laut mampu diolah menjadi produk unggulan, dan perkebunan kelapa dalam berkembang menjadi sektor yang modern dan produktif. Pemuda siap terlibat melalui promosi wisata, pengolahan hasil perikanan, hingga pengembangan usaha berbasis kelapa. Yang kami harapkan adalah dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, infrastruktur, dan akses permodalan," kata Ramlan.

Masyarakat Desa Pulau Cawan optimistis bahwa masa depan desa akan semakin kuat apabila pembangunan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, Pantai Solop, sektor perikanan, dan perkebunan kelapa dalam diyakini mampu menjadi tiga pilar utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta menjadikan Desa Pulau Cawan sebagai salah satu kawasan pesisir yang maju dan berdaya saing di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kapan Lagi Dimulai, Saatnya Membangunkan Lahan Tidur Pulau Cawan Inhil Riau

Views Sabtu, Juli 25, 2026

Lahan tidur Desa Pulau Cawan Inhil Riau

Mandah-Inhil– Selain pesona alam Pantai Solop yang menawan serta kekayaan tangkapan lautnya yang menjanjikan, Desa Pulau Cawan di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, ternyata memiliki kekayaan alam terpendam lainnya. Wilayah ini menyimpan potensi puluhan hektare lahan kosong produktif yang sangat potensial untuk disulap menjadi sentra pertanian dan perkebunan ramah lingkungan. Sayangnya, pemanfaatan lahan tidur tersebut hingga kini belum berjalan maksimal akibat terkendala oleh minimnya sarana prasarana penunjang, akses permodalan, serta belum adanya program pendampingan yang intensif bagi para petani lokal.

Masyarakat setempat menilai bahwa pemanfaatan area tanah secara terstruktur tidak hanya akan meningkatkan taraf hidup keluarga nelayan secara signifikan, melainkan juga memperkokoh ketahanan pangan mandiri di desa. Jenis tanaman seperti kelapa hibrida, kelapa dalam, pinang, buah hortikultura, hingga tanaman pangan dinilai memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, semua potensi itu baru bisa terwujud bila didukung oleh teknologi bercocok tanam modern, pasokan bibit unggul berkualitas, serta manajemen tata air yang terencana baik.

Kepala Desa Pulau Cawan, S. Khairul Hanafiah, menegaskan bahwa ketersediaan lahan produktif yang luas ini merupakan modal penting bagi kemajuan ekonomi desa. Meskipun pemerintah desa telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah area yang dinilai potensial untuk dijadikan lahan pertanian terpadu, namun realisasinya memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.

"Desa Pulau Cawan memiliki hamparan lahan subur yang menanti untuk dikembangkan secara produktif. Jika kami memperoleh dukungan berupa pembangunan pintu air pengendali pasang surut, pembenahan sistem drainase, penyediaan bibit unggul, peralatan modern, serta bimbingan teknis yang kontinu, kami sangat yakin sektor perkebunan dan pertanian akan menjelma menjadi pilar baru ekonomi warga pesisir," ujar S. Khairul Hanafiah.

Khairul juga menggarisbawahi bahwa pengelolaan sektor pertanian ini wajib mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Langkah tersebut krusial agar kesuburan tanah tetap terjaga tanpa menimbulkan kerusakan pada ekosistem mangrove di wilayah pesisir Pulau Cawan.

Perwakilan warga setempat sangat berharap adanya respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan riil petani di lapangan. Keterbatasan dana dan sarana menjadi hambatan klasik yang dihadapi masyarakat secara terus-menerus. Warga berkeyakinan bahwa pemulihan lahan tidur ini akan menstimulus lahirnya lapangan kerja alternatif, terutama dalam pengolahan produk turunan hasil panen skala usaha mikro.

Di sisi lain, Ketua Pemuda Desa Pulau Cawan, Ramlan, mengemukakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengelola sektor agribisnis berkelanjutan ini. Menurutnya, pemuda desa siap mengambil peran sebagai agen perubahan asalkan mendapatkan pembekalan keterampilan bertani modern serta akses permodalan yang jelas.

"Generasi muda tidak ingin menjadi penonton dalam pembangunan desa sendiri. Kami siap turun ke lahan untuk mengembangkan konsep pertanian modern yang efisien sekaligus bersahabat dengan alam. Pembangunan pintu air serta penyediaan alat pertanian modern sangat kami nantikan untuk memulai langkah ini," tutur Ramlan.

Optimisme kini menyelimuti masyarakat Pulau Cawan. Mereka berharap program peningkatan kapasitas pertanian dan perkebunan ini segera diwujudkan, sehingga potensi lahan di Indragiri Hilir dapat memberikan kesejahteraan nyata bagi seluruh warga.(@red)

Puluhan Hektare Potensi Lahan Produktif di Desa Pulau Cawan Menanti Program Pertanian dan Perkebunan Berkelanjutan

Views Sabtu, Juli 18, 2026

Potensi Lahan Desa Pulau Cawan
Indragiri Hilir-Mandah – Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, tidak hanya dikenal memiliki potensi wisata Pantai Solop dan sektor perikanan yang menjanjikan, tetapi juga menyimpan puluhan hektare lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian dan perkebunan produktif. Hingga saat ini, sebagian lahan tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan infrastruktur, akses permodalan, serta minimnya dukungan program pengembangan dari pemerintah.

Masyarakat menilai pengelolaan lahan secara berkelanjutan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa. Komoditas seperti kelapa, kelapa hibrida, pinang, hortikultura, hingga tanaman pangan dinilai memiliki prospek yang baik apabila didukung dengan teknologi budidaya, bibit unggul, dan sistem pengelolaan yang terencana.

Kepala Desa Pulau Cawan, S. Khairul Hanafiah, mengatakan potensi lahan yang dimiliki desa merupakan aset pembangunan yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, pemerintah desa telah mengidentifikasi sejumlah kawasan yang layak dikembangkan sebagai sentra pertanian dan perkebunan, namun realisasinya memerlukan dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.

"Desa Pulau Cawan memiliki lahan yang masih sangat potensial untuk dikembangkan. Apabila mendapat dukungan berupa pembangunan pintu air, perbaikan tata kelola lahan, bantuan bibit unggul, alat pertanian, dan pendampingan kepada petani, kami optimistis sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat," ujar S. Khairul Hanafiah.

Potensi lahan tidur untuk perkebunanan di Desa Pulau Cawan 

Ia menambahkan bahwa pembangunan sektor pertanian harus dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan agar produktivitas lahan tetap terjaga tanpa merusak ekosistem pesisir yang menjadi kekayaan Desa Pulau Cawan.

Perwakilan masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap potensi pertanian desa yang selama ini belum berkembang secara optimal. Menurut warga, banyak lahan yang sebenarnya dapat diolah menjadi kebun produktif apabila tersedia sarana pendukung yang memadai.

"Kami memiliki semangat untuk mengelola lahan, tetapi keterbatasan modal, bibit berkualitas, dan infrastruktur masih menjadi kendala utama. Kami berharap ada program nyata yang dapat membantu masyarakat meningkatkan hasil pertanian sehingga mampu menambah pendapatan keluarga," ungkap perwakilan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Pulau Cawan, Ramlan, menilai pengembangan sektor pertanian dan perkebunan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan desa jangka panjang. Menurutnya, generasi muda siap terlibat dalam mengelola lahan produktif apabila didukung dengan pelatihan, teknologi, dan peluang usaha yang menjanjikan.

"Pemuda desa ingin menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya penonton. Kami siap belajar dan mengembangkan pertanian modern yang produktif serta ramah lingkungan. Dengan dukungan pemerintah melalui bantuan bibit, pelatihan, alat pertanian, dan pembangunan infrastruktur seperti pintu air, kami yakin potensi lahan di Desa Pulau Cawan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat," kata Ramlan.

Masyarakat berharap pengembangan pertanian dan perkebunan tidak hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi diwujudkan melalui program yang berkelanjutan dan berpihak kepada petani. Dengan pemanfaatan lahan secara optimal, Desa Pulau Cawan diyakini mampu memperkuat sektor ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta menjadi salah satu kawasan pertanian dan perkebunan yang produktif di Kabupaten Indragiri Hilir.(@Red)

Lahan Tidur Desa Pulau Cawan Inhil Perlu Perhatian Pemerintah

Views Sabtu, Juli 11, 2026

Gambar: Lahan Tidur Desa Pulau Cawan Inhil

Mandah, Indragiri Hilir – Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, selama ini dikenal sebagai desa pesisir yang memiliki potensi besar di sektor perikanan dan wisata bahari melalui Pantai Solop. Namun, di balik kekayaan laut tersebut, desa ini juga menyimpan potensi lain yang belum dimanfaatkan secara maksimal, yakni hamparan lahan tidur yang dapat dikembangkan menjadi kawasan pertanian dan peternakan produktif.

Pemanfaatan lahan yang selama ini terbengkalai dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Masyarakat berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Desa Pulau Cawan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Meski identik dengan wilayah pesisir, Desa Pulau Cawan masih memiliki kawasan yang cukup luas dan berpotensi dikembangkan menjadi sentra pertanian dan peternakan.

Selama ini, sebagian lahan belum dimanfaatkan secara optimal karena berbagai kendala, mulai dari keterbatasan infrastruktur, minimnya akses permodalan, belum tersedianya sistem irigasi yang memadai, hingga kurangnya pendampingan teknis bagi masyarakat.

Gambar: Upaya menghidupkan Lahan Tidur Desa Pulau Cawan Inhil

Padahal, apabila dikelola dengan baik, kawasan tersebut dapat menjadi sumber ekonomi baru yang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu sektor usaha saja.

Pengembangan lahan produktif juga dinilai akan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat ketika hasil tangkapan nelayan menurun akibat cuaca ekstrem maupun perubahan musim.

Masyarakat menilai sektor pertanian memiliki peluang besar untuk berkembang di Desa Pulau Cawan.

Berbagai komoditas seperti kelapa hibrida, kelapa dalam, jagung, cabai, sayuran, buah-buahan tropis, serta tanaman pangan lainnya dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila didukung dengan teknologi pertanian modern dan akses pasar yang baik.

Selain menghasilkan bahan pangan, pengembangan pertanian juga akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin tetap membangun usaha di kampung halamannya.

Dengan meningkatnya aktivitas pertanian, roda perekonomian desa akan bergerak lebih dinamis melalui tumbuhnya usaha penyedia bibit, pupuk, alat pertanian, jasa angkutan hasil panen, hingga industri pengolahan hasil pertanian.

Tidak hanya sektor pertanian, masyarakat juga melihat potensi besar dalam pengembangan peternakan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Budidaya sapi, kambing, ayam kampung, itik, hingga peternakan terpadu dapat dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.

Program peternakan rakyat dinilai mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat setempat.

Apabila dikembangkan secara terintegrasi, sektor pertanian dan peternakan dapat saling mendukung melalui pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk alami maupun pakan ternak, sehingga tercipta sistem usaha yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pengembangan lahan tidur di Desa Pulau Cawan juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan meningkatnya produksi pertanian dan peternakan, desa tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi pemasok hasil pertanian bagi wilayah lain di Kabupaten Indragiri Hilir.

Konsep ini akan memperkuat ekonomi desa berbasis sektor riil, menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Agar potensi tersebut dapat diwujudkan, masyarakat berharap adanya dukungan nyata berupa pembangunan infrastruktur pertanian, pembukaan akses jalan menuju lahan produktif, pembangunan sistem irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan bibit unggul, pendampingan penyuluh pertanian, serta kemudahan akses pembiayaan bagi kelompok tani.

Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, dan lembaga keuangan juga dinilai penting untuk mempercepat transformasi sektor pertanian dan peternakan di Desa Pulau Cawan.

Optimalisasi lahan tidur bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Desa Pulau Cawan. Dengan mengembangkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata secara terpadu, desa ini memiliki peluang besar untuk membangun ekonomi yang lebih kuat, tangguh, dan berkelanjutan.

Masyarakat meyakini bahwa potensi Desa Pulau Cawan tidak hanya berada di laut, tetapi juga di daratan yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Apabila lahan tidur dapat dihidupkan menjadi kawasan pertanian dan peternakan produktif, maka Desa Pulau Cawan akan memiliki empat pilar pembangunan yang saling menguatkan, yaitu sektor perikanan, pariwisata bahari, pertanian, dan peternakan. Keempat sektor tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta menjadikan Desa Pulau Cawan sebagai salah satu desa pesisir yang maju dan mandiri di Kabupaten Indragiri Hilir. (Red)

Kades Mulyadi Gandeng TNI, Polri, dan Ormas Bangun Koperasi Desa Merah Putih di Gentan

Views Sabtu, Desember 27, 2025

Semarang – Pemerintah Desa Gentan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat perekonomian desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Inisiatif ini digagas langsung oleh Kepala Desa Gentan, Mulyadi, yang akrab disapa Kendi, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan gotong royong, dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan TNI–Polri, tokoh masyarakat, serta unsur ormas yang ada di wilayah Gentan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Mulyadi menyampaikan bahwa pembentukan koperasi desa bukan sekadar program administratif, melainkan upaya nyata untuk menciptakan wadah ekonomi yang dikelola bersama oleh masyarakat. Koperasi diharapkan menjadi sarana penguatan usaha warga, peningkatan pendapatan, serta pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa.

“Sinergi ini menjadi kekuatan utama. Dengan dukungan TNI, Polri, dan ormas, koperasi desa bisa berjalan lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Mulyadi dalam kegiatan tersebut.

Peran aparat TNI dan Polri dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas pendampingan keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum, kedisiplinan, dan stabilitas sosial yang mendukung aktivitas ekonomi desa. Sementara itu, keterlibatan ormas diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat serta memperkuat jejaring usaha koperasi.

Melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Pemerintah Desa Gentan menargetkan terwujudnya pusat kegiatan ekonomi yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan warga. Program ini sekaligus menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah desa, aparat negara, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. (sumber: harian7.com)

Upaya Penegakan Keadilan dalam Politik Islam: Perspektif Teori dan Praktiknya

Views Sabtu, Agustus 23, 2025
" Norman (Mahasiswa Politeknik Lingga) "
NIM: 2454316019

Politik Islam bukan hanya soal perebutan kekuasaan, tetapi lebih kepada pengaturan urusan umat dengan berdasarkan syariat. Dalam perspektif Islam, tujuan politik mencakup keadilan, kemaslahatan, serta perlindungan terhadap agama dan kehidupan manusia. Tulisan ini akan mengupas beberapa teori politik Islam yang mendalam, mengaitkan prinsip-prinsip ini dengan implementasi praktisnya dalam masyarakat modern, serta memberikan pandangan tentang bagaimana kita bisa menerapkannya dalam konteks kehidupan saat ini.

Politik Islam: Lebih dari Sekedar Perebutan Kekuasaan  

Politik dalam Islam (siyâsah) diartikan sebagai usaha untuk mengatur urusan umat dengan tujuan utama menegakkan keadilan dan kemaslahatan. Hal ini sangat berbeda dari politik yang hanya berfokus pada perebutan kekuasaan. Dalam Islam, politik adalah sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu tercapainya kesejahteraan umat dan terlaksananya prinsip-prinsip syariat dalam kehidupan bermasyarakat.

Politik dalam Islam memberikan ruang bagi pemerintahan untuk membuat aturan yang dapat mengatur kehidupan umat, namun dengan catatan bahwa semua aturan tersebut harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Dengan demikian, setiap tindakan politik yang diambil harus mencerminkan nilai-nilai dasar dalam Islam, yaitu keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap hak-hak individu dan masyarakat.

Konsep kontrak sosial dalam politik Islam, dikenal dengan istilah  Bay‘ah , merujuk pada perjanjian antara pemimpin dan rakyat. Dalam konteks ini, pemimpin dipilih oleh rakyat dengan janji untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan rakyat diwajibkan untuk taat kepada pemimpin selama ia tidak melanggar syariat. Konsep ini memberikan dasar bagi sistem pemerintahan yang adil, di mana pemimpin tidak hanya memimpin berdasarkan kekuasaan tetapi juga berdasarkan prinsip-prinsip keagamaan yang mengutamakan kebaikan bersama.

Melalui  Bay‘ah , masyarakat mengakui pemimpin sebagai otoritas yang sah, tetapi dengan syarat bahwa kepemimpinan tersebut berlandaskan pada keadilan dan kebaikan umat. Jika pemimpin melanggar prinsip-prinsip syariat atau menyimpang dari tugasnya, rakyat berhak untuk mengingatkan atau bahkan menggantinya. Ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kekuasaan dalam sistem politik Islam.

Salah satu pemikir besar dalam sejarah pemikiran politik Islam adalah Ibnu Taimiyah. Dalam teori  Siyâsah Syar‘iyyah  (politik syariat), Ibnu Taimiyah menekankan pentingnya pemerintahan yang berdasarkan pada syariat Islam. Ia berpendapat bahwa pemerintahan yang baik harus menjalankan prinsip-prinsip keadilan, merawat umat dengan adil, dan memastikan bahwa hukum yang diterapkan adalah hukum yang sesuai dengan syariat Islam.

Dalam konteks ini, politik Islam bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, di mana setiap individu mendapatkan hak-haknya, dan sistem hukum berjalan dengan adil. Konsep ini juga menyoroti pentingnya negara dalam menjaga dan melindungi agama, kehidupan, akal, keturunan, dan harta, yang dikenal dengan istilah  maqasid al-shari‘ah  (tujuan syariat). Negara bertugas untuk menjaga agar prinsip-prinsip ini tetap terjaga dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam teori  Daulah Madaniyyah  atau Negara Madani, konsep pemerintahan Islam yang ideal adalah pemerintahan yang dapat memfasilitasi tercapainya kemaslahatan umat dengan cara yang adil dan bijaksana. Negara ini tidak hanya berfungsi sebagai penjaga hukum, tetapi juga sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai Islam dalam masyarakat.

Konsep Negara Madani ini mengakui pluralitas dan keberagaman dalam masyarakat, sebagaimana tercermin dalam Piagam Madinah yang disusun oleh Nabi Muhammad Shalallahua'alaihi Wasallam. Piagam ini mengakui keberadaan berbagai kelompok agama, seperti Muslim, Yahudi, dan Nasrani, dan menetapkan prinsip keadilan serta perdamaian di antara mereka. Dalam Negara Madani, keadilan sosial menjadi pusat dari kebijakan negara, di mana setiap individu dihargai martabatnya tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau ras.

Tujuan Politik Islam: Menjaga Kemaslahatan Umat  

Politik Islam memiliki lima tujuan utama yang dikenal dengan  hifzh al-dîn ,  hifzh al-nafs ,  hifzh al-‘aql ,  hifzh al-nasl , dan  hifzh al-mâl  (menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta). Tujuan-tujuan ini tidak hanya terbatas pada urusan spiritual, tetapi juga mencakup aspek kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Politik Islam mengajarkan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga setiap elemen kehidupan manusia, mulai dari agama hingga aspek materiil seperti harta benda. Negara tidak hanya berfungsi sebagai alat kekuasaan, tetapi juga sebagai pelindung bagi kesejahteraan umat manusia. Dalam hal ini, negara harus memastikan bahwa hak-hak dasar setiap individu terlindungi, dan tidak ada satu pun pihak yang dirugikan atau diperlakukan tidak adil.

Politik Islam memiliki landasan yang kuat dalam teori dan praktiknya. Dengan konsep-konsep seperti  Bay‘ah ,  Siyâsah Syar‘iyyah , dan  Daulah Madaniyyah , politik Islam bukan hanya bertujuan untuk mendirikan pemerintahan yang adil, tetapi juga untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Negara dalam politik Islam bukan hanya alat kekuasaan, tetapi juga penjaga moral dan keadilan bagi umat manusia.

Meskipun demikian, implementasi politik Islam dalam konteks modern masih menghadapi berbagai tantangan. Pluralitas masyarakat, dinamika globalisasi, dan tantangan terhadap syariat menjadi beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan politik Islam dalam pemerintahan masa kini. Namun, dengan prinsip-prinsip yang kokoh dan tujuan yang jelas, politik Islam tetap relevan untuk diterapkan dalam menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau 2025: Ancaman Lingkungan yang Kian Meluas

Views Sabtu, Agustus 23, 2025

Gambar Media Center Riau

Riau, 2025   – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus menjadi perhatian serius. Menurut data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, hingga pertengahan Juli 2025, luas area yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 510 hektare. Namun, pada 18 Juli 2025, media melaporkan pembaruan yang menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni lebih dari 927 hektare lahan terbakar. Angka ini mencerminkan peningkatan yang signifikan dari awal tahun hingga pertengahan Juli 2025  .

Kementerian Kehutanan juga merilis estimasi kumulatif untuk periode Januari hingga Mei 2025 yang menunjukkan angka yang tidak kalah signifikan, yakni 751,08 hektare, dengan sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut. Sebanyak 695,72 hektare dari total tersebut merupakan lahan gambut, sementara 55,37 hektare berada di lahan mineral . Data ini menggarisbawahi tingginya risiko yang ditimbulkan oleh kebakaran di lahan gambut yang sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pemprov Riau pada April 2025, luas lahan yang telah berhasil dipadamkan tercatat 77,81 hektare. Namun, peringatan akan kemarau yang diperkirakan akan berlangsung hingga Mei dan Juni 2025 memicu kekhawatiran bahwa jumlah kebakaran dapat meningkat lebih lanjut jika langkah antisipasi tidak dilakukan secara maksimal .

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya  

Melihat data kebakaran hutan di tahun-tahun sebelumnya, Karhutla di Riau menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2024, total luasan yang terbakar di Riau tercatat mencapai sekitar 10.674 hektare, yang mencatatkan kenaikan sekitar 47% dibandingkan tahun 2023. Tahun 2023, misalnya, tercatat ada 2.632 hektare lahan yang terbakar, sebuah peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan sekitar 1.219 hektare  .

Data resmi yang dirilis oleh Pemerintah Riau pada akhir Agustus 2024 mencatatkan bahwa total kumulatif area yang terbakar hingga Agustus 2024 mencapai 1.728 hektare. Di antara daerah yang terdampak paling luas pada tahun tersebut adalah Kabupaten Indragiri Hulu dengan 488 hektare terbakar . Sementara itu, pada tahun 2023, beberapa daerah dengan tingkat kebakaran tertinggi adalah Indragiri Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Pelalawan, yang mencatatkan luas kebakaran terbesar di Riau pada tahun tersebut .

Tantangan dalam penanggulangan Karhutla di Riau sangat besar, terutama mengingat mayoritas kebakaran terjadi di lahan gambut. Lahan gambut memiliki sifat yang sangat mudah terbakar dan bisa menyala kembali meskipun sudah dipadamkan, sehingga memerlukan upaya pemadaman yang lebih intensif dan berkelanjutan. Selain itu, faktor cuaca ekstrem dan kebijakan yang belum sepenuhnya efektif dalam pencegahan turut memperburuk situasi.

Pada 2023, laporan Media Indonesia mencatatkan bahwa pada Juni 2023, jumlah total area yang terbakar telah mencapai 1.860,55 hektare, sementara angka total kebakaran di periode 2017–2022 mencapai 163.979 hektare, dengan sekitar 76% dari total tersebut terjadi di lahan gambut . Kebakaran lahan gambut ini tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas udara di sekitar wilayah yang terbakar, termasuk kabut asap yang meluas ke provinsi lainnya, bahkan negara tetangga.

Titik Terbaru Kebakaran di Riau (2025)  

Data terbaru pada pertengahan Juli 2025 menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di sejumlah titik di Riau. Mengingat kondisi yang terus berkembang, angka terbaru yang dihimpun oleh BPBD Riau dan media pada akhir Juli 2025 mencatatkan bahwa total luasan lahan terbakar telah mencapai lebih dari 927 hektare . Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan intensifikasi musim kemarau yang diperkirakan akan melanda Riau pada bulan-bulan mendatang.

Menurut data dari Kementerian Kehutanan, sebagian besar kebakaran masih terjadi di lahan gambut, yang memang rentan terhadap kebakaran. Gambut yang sudah kering menjadi sangat mudah terbakar, terutama dengan suhu udara yang semakin tinggi dan berkurangnya curah hujan. Oleh karena itu, kebijakan yang lebih ketat dalam pengelolaan lahan gambut serta pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi sangat penting .

Meskipun upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau terus dilakukan, langkah-langkah preventif dan pengawasan yang lebih ketat harus segera diterapkan untuk mengurangi risiko kebakaran. Pemerintah Riau dan instansi terkait lainnya perlu lebih gencar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan perusahaan yang terlibat dalam pembukaan lahan dengan cara yang ramah lingkungan. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas ilegal, seperti pembakaran lahan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, juga harus diperketat untuk mencegah terjadinya kebakaran yang semakin meluas.

Dalam hal ini, penting juga untuk memperbaiki sistem monitoring kebakaran yang ada, seperti menggunakan teknologi satelit dan pemantauan udara yang dapat mendeteksi titik api lebih cepat. Hal ini akan memungkinkan respon yang lebih cepat dalam memadamkan api dan mencegah kebakaran semakin meluas .

Sebagai penutup, meskipun beberapa langkah telah diambil, masalah kebakaran hutan dan lahan di Riau masih jauh dari kata selesai. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengatasi masalah ini secara berkelanjutan agar bencana kebakaran tidak terus menerus merusak ekosistem dan kualitas hidup masyarakat.

  Sumber:  

1. BPBD Riau, 2025 – Laporan Kebakaran Hutan dan Lahan 

2. Detik Sumut, 2025 – Fakta Karhutla Riau 

3. Kementerian Kehutanan, 2025 – Estimasi Karhutla di Riau 

4. Pemprov Riau, 2025 – Status Karhutla di Riau 

5. Betahita, 2024 – Karhutla di Riau

6. Media Center Riau, 2024 - Total Karhutla Riau 


UBEMAS, Langkah Dispora Kepri Dalam Melakukan Transformasi Digital Guna Membangun Ekosistem Wirausaha Masyarakat dan Pemuda di Kepulauan Riau

Views Senin, Juli 28, 2025

Logo Aplikas UBEMAS Dispora Kepri

Tanjungpinang; Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkomitmen untuk meningkatkan daya saing pemuda melalui pengembangan kewirausahaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merancang aplikasi digital yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi pemuda untuk mengembangkan usaha mereka. Aplikasi ini diberi nama UBEMAS, yang merupakan singkatan dari Unit Usaha Berbasis Masyarakat. Melalui aplikasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan Youthpreneur Center yang akan tersebar di setiap kabupaten dan kota di Kepri, serta menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih dinamis di seluruh provinsi.

UBEMAS merupakan platform digital yang dirancang untuk menjadi pusat inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, dan pembinaan usaha bagi para pemuda yang ingin mengembangkan usaha mereka. Aplikasi ini bertujuan untuk membantu pemuda yang sudah memiliki usaha atau yang ingin memulai usaha, dengan memberikan akses kepada berbagai program pelatihan dan seminar yang disertai pendampingan dari praktisi dan ahli kewirausahaan.

Salah satu keuntungan besar dari aplikasi ini adalah kemudahan akses yang diberikan kepada pemuda di seluruh Kepri, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil. Aplikasi UBEMAS memungkinkan semua pemuda untuk mendapatkan informasi dan pelatihan yang sama, tanpa terkendala oleh lokasi atau waktu. Hal ini tentunya dapat membantu membuka lebih banyak peluang bagi para pemuda untuk mengembangkan bisnis mereka, serta memberi mereka akses yang lebih luas ke berbagai sumber daya, baik dari sisi pengetahuan maupun modal.

Salah satu langkah penting yang telah diambil untuk mendukung pengembangan aplikasi UBEMAS adalah menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan yang diadakan pada akhir Juli 2025. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh banyak pemuda dari berbagai daerah di Kepri. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pelajaran mengenai cara mengelola usaha yang baik, strategi pemasaran yang efektif, serta bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka.

Melalui pelatihan ini, para pemuda di Kepri diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka untuk bersaing di pasar yang semakin berkembang. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan peluang-peluang ekonomi yang ada di berbagai sektor seperti pariwisata, industri kreatif, dan teknologi. Dengan demikian, pemuda Kepri diharapkan bisa lebih siap untuk berperan aktif dalam perekonomian digital dan sektor lainnya.

UBEMAS diharapkan menjadi jembatan bagi para pemuda untuk mengakses berbagai peluang bisnis yang sebelumnya mungkin terbatas. Aplikasi ini memberikan berbagai kemudahan, mulai dari pelatihan kewirausahaan hingga pendampingan langsung bagi para pengusaha muda. Selain itu, UBEMAS juga dirancang untuk mendorong terciptanya komunitas wirausaha yang terhubung antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemuda. Ini memudahkan mereka untuk bertukar informasi dan berkolaborasi demi meningkatkan kualitas usaha.

Melalui aplikasi ini, pemuda Kepri tidak hanya mendapatkan pembekalan tentang bagaimana cara memulai dan mengelola usaha, tetapi juga bisa mengakses berbagai informasi penting mengenai dunia usaha. Dengan begitu, UBEMAS dapat menciptakan ekosistem yang mendukung bagi perkembangan usaha-usaha pemula dan mengatasi berbagai tantangan yang kerap dihadapi oleh para wirausahawan muda.

Pengembangan sumber daya manusia (SDM), terutama di kalangan pemuda, menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan di Kepri. Melalui aplikasi UBEMAS, pemerintah berharap dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan memberdayakan pemuda untuk menjadi individu yang lebih mandiri secara ekonomi. Pemuda yang terlatih dengan baik dalam mengelola usaha akan mampu mengembangkan usaha mereka sendiri, yang pada gilirannya akan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan SDM pemuda di Kepri juga melibatkan pemberian pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi, seperti pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan digitalisasi dalam dunia usaha. Ini diharapkan akan memperluas cakupan kewirausahaan, tidak hanya di sektor tradisional, tetapi juga di bidang yang sedang berkembang seperti teknologi dan industri kreatif.

Pemberdayaan ekonomi melalui UBEMAS bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda agar bisa menjadi wirausahawan sukses yang dapat berkontribusi pada perekonomian daerah. Selain memberikan keterampilan kewirausahaan, aplikasi ini juga membantu pemuda Kepri untuk mengakses peluang-peluang yang dapat mendukung pengembangan usaha mereka, baik melalui pendanaan, pelatihan, ataupun jaringan kerja sama dengan sektor-sektor terkait.

Melalui kemudahan akses yang diberikan oleh aplikasi digital ini, para pemuda Kepri dapat mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi, seperti kurangnya informasi atau kesulitan dalam mengakses pelatihan kewirausahaan. Dengan adanya UBEMAS, diharapkan lebih banyak pemuda yang terinspirasi untuk memulai usaha mereka sendiri dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.

Pemerintah Kepri berharap aplikasi UBEMAS akan menjadi model bagi daerah-daerah lain dalam pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi. Melalui platform ini, pemuda Kepri dapat lebih mudah mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan daya saing di pasar global. Keberadaan Youthpreneur Center di setiap kabupaten dan kota di Kepri juga akan mempercepat terwujudnya ekosistem wirausaha yang inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan adanya program seperti UBEMAS, pemuda Kepri dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan memperoleh keterampilan yang akan membantu mereka menjadi wirausahawan sukses. Program ini merupakan langkah besar untuk mewujudkan Kepri yang lebih maju, di mana pemuda memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan ekonomi daerah.

UBEMAS adalah sebuah inisiatif yang menjanjikan untuk meningkatkan daya saing pemuda Kepri dalam dunia kewirausahaan. Aplikasi ini menyediakan berbagai fasilitas, seperti pelatihan kewirausahaan dan akses ke sumber daya penting lainnya yang akan membantu pemuda memulai dan mengembangkan usaha mereka. Dengan program ini, diharapkan lebih banyak pemuda di Kepri yang dapat membuka usaha dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah. UBEMAS tidak hanya akan menguntungkan pemuda Kepri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi seluruh provinsi dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.(@red)

Pelatihan Kewirausahaan Pemuda 2025 Dispora Kepri Dorong Daya Saing Dan Kemandirian Ekonomi Generasi Muda

Views Rabu, Juli 23, 2025

Gambar 1: Kadispora Kepri bersama salah satu narasumber

Batam-Kepri; Sebagai salah satu upaya konkret dalam mencetak generasi muda yang tangguh, mandiri secara ekonomi, dan berdaya saing tinggi di era kompetitif saat ini, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda melalui Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan, Sub Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Penyelenggaraan Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Bagi Wirausaha Muda Tingkat Provinsi Tahun 2025. Kegiatan strategis ini digelar selama tiga hari penuh, 21 hingga 23 Juli 2025, di Kota Batam, dan melibatkan sejumlah narasumber kompeten serta wirausaha muda dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.

Salahsatu tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta semangat kewirausahaan berbasis digital di kalangan generasi muda Kepri yang khususnya telah memiliki usaha mandiri. Program ini tidak hanya menjadi wadah pelatihan teknis dan manajerial, tetapi juga sarana koordinasi dan penguatan ekosistem wirausaha yang terintegrasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas pemuda.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Darson, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menegaskan pentingnya investasi pembangunan sumber daya manusia, khususnya pemuda, sebagai kunci sukses pembangunan berkelanjutan di Kepri.

“Kita tidak hanya butuh pemuda yang cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam berwirausaha, kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal, dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan lingkungannya,” ujar Dr. Darson saat membuka kegiatan, Senin (21/7).

Ia menambahkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi ekonomi yang besar di berbagai sektor – mulai dari maritim, pariwisata, industri kreatif hingga teknologi. “Tinggal bagaimana kita menyiapkan generasi muda kita agar mampu mengakses peluang tersebut dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat,” jelasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dibekali dengan materi substantif yang dirancang untuk menjawab tantangan kewirausahaan kontemporer. Materi disampaikan oleh para narasumber dengan latar belakang akademik, birokrasi, teknologi, dan komunitas.

Dr. Lamidi, M.M, Ketua Harian ICMI Orwil Kepri, membuka sesi materi pertama dengan topik: “Entrepreneurship Pemuda Berbasis Pancasila ”. Dalam paparannya, Dr. Lamidi menekankan bahwa fondasi spiritual dan nilai-nilai etis adalah kekuatan utama dalam membentuk karakter wirausahawan sejati.

Riki Rionaldi, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, menyoroti aspek teknis manajemen usaha dalam materinya berjudul “Dukungan Pemerintah Dalam Dalam Meningkatkan Wirausaha Pemuda Untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi”. Ia mendorong peserta untuk mulai go digital dan membentuk manajemen usaha berbasis komunitas untuk memperluas akses permodalan.

“Hari ini bukan zamannya bersaing sendirian. Kolaborasi, konsolidasi sumber daya, dan inovasi adalah kata kuncinya,” tegas Riki.

Azrani Ery Saputra, S.Pi, seorang provider teknologi dari MtechT Lingga, hadir membawakan topik “Digital marketing bagi Pengembangan Wirausaha Muda”. Ia memperkenalkan sejumlah perangkat aplikasi serta sistem manajemen digital yang dapat digunakan oleh para pemuda dalam menjalankan usaha mereka secara efisien.

Gambar 2: suasana materi dengan diskusi peserta

Akhirman, S.Sos., M.M, Dewan Penasehat Pemuda ICMI Kepri, menyampaikan materi motivasional dan studi kasus bertajuk “Motivasi Dan Sukses Strory sebagai Wirausaha Sukses”. Ia memaparkan pentingnya sikap optimis, literasi finansial, dan perencanaan bisnis berkelanjutan.

Tak hanya mendengarkan ceramah, peserta juga aktif terlibat dalam berbagai sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana pelatihan terasa hidup dengan interaksi yang intensif antara peserta dan narasumber.

Salah satu peserta, Sri yang berasal dari Batam, sekaligus pemilik usaha Bimbingan Belajar (Bimbel) di Kota Batam, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Selama ini saya jalan sendiri, belum paham cara menjangkau pasar digital. Dari sini saya jadi tahu bagaimana strategi branding dan membangun sistem usaha yang lebih terarah,” tuturnya.

Acara ditutup pada Rabu (23/7) oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dr. Darson, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus memberikan pengarahan dalam penutupan tersebut, Dr. Darson kembali mengingatkan bahwa pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah-langkah besar yang harus diambil oleh generasi muda Kepri.

“Bawa pulang ilmu ini, terapkan, dan terus bangun jaringan. Kita berharap saudara-saudara semua dapat menjadi pionir dan agen perubahan ekonomi di daerah masing-masing,” tegasnya, yang disambut tepuk tangan meriah peserta.

Ia juga menyampaikan rencana jangka panjang Pemerintah Provinsi Kepri untuk membentuk Youthpreneur Center di setiap kabupaten/kota sebagai pusat inkubasi, pelatihan, dan pembinaan usaha pemuda khususnya membangun aplikasi digital berbasis android yang InsyaAllah akan diberi nama UBEMAS (Unit Usaha Bersama Masyarakat).

Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, komunitas, dan pemuda bersinergi, maka pembangunan berbasis masyarakat akan lebih mudah terwujud. Tantangan globalisasi, pengangguran, dan kesenjangan sosial bisa ditekan melalui pendekatan pemberdayaan yang tepat sasaran seperti program ini.

Selain itu salah satu narasumber, Dr. Lamidi juga menambahkan bahwa ICMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelatihan dan inkubasi kewirausahaan berbasis nilai.

“Kita harus memastikan bahwa gerakan ekonomi pemuda ini tidak hanya kuat dalam skala mikro, tapi juga mampu menjawab tantangan global,” tegasnya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, puluhan pemuda yang hadir kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru, jaringan baru, dan visi yang lebih terang untuk membangun masa depan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang mandiri dan bermartabat.(@Red).

Inovasi Teknologi Dari Pelosok Daerah, Pemuda Desa Tinjul Kabupaten Lingga, Hadirkan Solusi Cerdas, Aplikasi Website Berbasis AI Untuk Lawan Hoaks Dan Disinformasi di Dunia Maya

Views Selasa, Juli 15, 2025

Gambar 1. Tampilan AI GEMPUR versi Browser Laptop/Komputer   

LINGGA, KEPULAUAN RIAU – Di tengah derasnya arus informasi digital dan makin masifnya penyebarn hoaks serta disinformasi di internet serta media sosial, hadir sebuah solusi cerdas dari pelosok Desa di Kabupaten Lingga yang patut diapresiasi: AI GEMPUR, yakni singkatan dari (Generator Edukasi Masyarakat Peduli Untuk Redam – Hoaks & Disinformasi). Aplikasi ini bukan sekadar alat pendeteksi hoaks biasa, melainkan buah karya anak bangsa dari pelosok desa yang berangkat dari semangat ingin membantu negerii.

Dikembangkan oleh pemuda dari Desa Tinjul Kabupaten Lingga, Putra, nama salajh seorang pemuda asal Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, adalah sosok di balik lahirnya AI GEMPUR. Dengan latar belakang domisilinya yang jauh dari kota dan berbekal semangat untuk membangun negeri yang bebas hoax dan disinformasi, Putra membuktikan bahwa jarak dan keterbatasan wilayah bukanlah hambatan untuk berinovasi.

“Sangat miris saya melihat banyak orang mudah yang termakan informasi palsu baik dari berita internet terutama media sosial, bahkan bisa ribut hanya karena berita hoaks. Dari situ saya berpikir, harus ada alat yang mudah digunakan oleh siapa pun untuk memeriksa kebenaran informasi khususnya dari internet.” ungkap Putra.

AI GEMPUR adalah sebuah aplikasi pendeteksi hoaks dan disinformasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan dalam format website ringan dan bisa digunakan secara gratis oleh seluruh masyarakat Indonesia. Melalui teknologi AI yang dilatih menggunakan dataset lokal dan global, aplikasi ini mampu menganalisis keakuratan teks berita, tautan, maupun link gambar, hanya dengan satu kali klik.

Pengguna cukup menyalin link berita, menempelkan teks yang ingin diperiksa, atau mengunggah link gambar yang mencurigakan. Sistem AI GEMPUR akan segera memberikan skor dan analisis singkat mengenai kemungkinan konten tersebut mengandung hoaks, disinformasi, atau telah dimanipulasi.

Seiring meningkatnya pengguna internet di Indonesia, penyebaran informasi palsu pun kian tak terbendung. Dalam beberapa kasus, pemberitaan hoaks tidak hanya menciptakan kesalahpahaman, tetapi juga memicu konflik sosial yang berbahaya. Kebutuhan akan alat verifikasi mandiri menjadi semakin mendesak.

Untuk itu, AI GEMPUR menjawab kebutuhan tersebut. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam memverifikasi informasi, tetapi juga menjadi bentuk literasi digital yang aktif. Masyarakat diajak untuk menjadi pengguna yang kritis, bukan pasif terhadap arus informasi digital.

AI GEMPUR mulai dikembangkan pada awal tahun 2025 dan resmi diperkenalkan secara daring pada bulan Juli 2025. Meski baru dirilis, aplikasi ini sudah menarik perhatian sejumlah kalangan, ditambah latar belakang pembuatnya yang berada disalah satu daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Tentu dalam waktu singkat, AI GEMPUR menjadi simbol harapan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari kota besar atau institusi mapan. Justru dari desa kecil di ujung barat Indonesia, lahir sebuah gagasan besar untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman disinformasi.

Gambar 2. Tampilan AI GEMPUR versi Browser Smartphone

Kemudahan akses dan dukung pengembangan Aplikasi AI GEMPUR yang tersedia secara gratis, dapat diakses langsung melalui situs resminya yakni: ðŸ”— ai-gempur.my.id

AI GEMPUR Tidak perlu diunduh atau diinstal, siapa pun bisa langsung menggunakannya melalui browser di ponsel atau komputer/laptop. Saat ini, pengembang sedang terus melakukan update pengembangan semua fitur dan fitur lanjutan untuk mendeteksi konten deepfake, audio manipulatif, dan video palsu yang kian marak beredar.

Untuk mendukung pengembangan fitur-fitur ini, masyarakat yang ingin ikut bantu berkontribusi dapat memberikan donasi (dengan klik tombol -Dukung Kami- di dalam website GEMPUR - ai-gempur.my.id ) secara sukarela langsung melalui situs resmi. Setiap sumbangan akan membantu AI GEMPUR tumbuh menjadi lebih kuat dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Dukungan dari Kepala Desa Tinjul, Bapak Amren, yang turut memberikan apresiasi besar atas karya warganya tersebut.

“Sesuai dengan visi misis saya ketika menjadi kepala desa, yakni menjadikan TInjul sebagai salah satu desa digital, oleh karena itu saya sebagai kepala desa sangat bangga, karena salah satu putra terbaik desa kami bisa menghadirkan karya yang InsyaAllah tidak hanya bermanfaat bagi desa, tapi juga untuk Indonesia. Semoga AI GEMPUR bisa menjadi solusi cerdas di tengah maraknya berita palsu dan hoax, tentu saja ini diharapkan dapat membawa nama baik Desa Tinjul dikancah nasional,” ujar Kepala Desa Tinjul, Amren dengan semangat.

Harapan dan masa depan AI GEMPUR bukan hanya sekadar aplikasi, melainkan simbol bahwa inovasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari desa terpencil sekalipun. Di tengah kompleksitas zaman digital, kemampuan untuk memverifikasi informasi menjadi bagian penting dari literasi masyarakat. Lewat platform ini, Putra berharap dapat mengajak lebih banyak anak muda untuk berinovasi, tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen solusi.

Dan sekarang masyarakat Indonesia memiliki satu lagi senjata dalam melawan hoaks dan disinformasi. Bukan dari luar negeri, tapi ini dari anak negeri sendiri — dari desa kecil yang menaruh harapan besar bagi masa depan bangsa yang lebih cerdas dan berdaya.

Gunakan sekarang dan jadilah bagian dari gerakan perlawanan terhadap berita berita hoaks dan disinformatif:

🔗 ai-gempur.my.id

(@Johari)

-----------

 Redaksi menyarankan pembaca untuk membagikan dan menyebarluaskan platform ini ke keluarga, sekolah, komunitas, dan lingkungan kerja — karena memeriksa kebenaran adalah tanggung jawab bersama.

Mengapa Presiden AS Tinggalkan KTT G7 Sebelum Acara Selesai ?

Views Selasa, Juni 17, 2025

SatuPortal - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan pertemuan KTT G7 lebih awal pada Senin malam di Kananaskis, Kanada. Tindakan itu diambil sehari sebelum ia seharusnya terbang pulang dan setelah ketegangan Israel-Iran memerlukan perhatian mendesak Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi Trump akan kembali ke Washington seusai makan malam singkat bersama para pemimpin lain. "Kami sudah mencatat kemajuan, namun karena situasi di Timur Tengah, Presiden Trump pergi malam ini setelah bertemu pimpinan negara," tulis Leavitt lewat platform X.

Ketegangan Israel-Iran Memanas

Konflik antara Israel dan Iran melonjak pesat sejak Jumat lalu, saat angkatan udara Israel menyerang fasilitas nuklir dan petinggi militer Iran. Serangan itu menewaskan sembilan ilmuwan nuklir dan sejumlah pejabat tinggi, termasuk kepala serta wakil kepala intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Sebagai balasan, Iran menembakkan serangkaian rudal ke kota-kota Israel, seperti Tel Aviv dan Haifa, yang menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya.

Israel juga menyerang markas stasiun TV pemerintah Iran (IRIB) di Teheran. Serangan itu parah dan merusak banyak peralatan, tetapi karena sasaran tetap infrastruktur media, kerugian fisik ini belum memicu balasan militer langsung. Meski begitu, rasa takut warga sipil tumbuh dan komunitas internasional mulai khawatir konflik bisa jadi jauh lebih besar.

Peringatan Trump dan Respons Amerika Serikat

Pada Senin malam, Donald Trump memperingatkan lewat platform Truth Social agar siapa pun segera meninggalkan Teheran. "Iran seharusnya menandatangani kesepakatan yang saya tawarkan. Kini tragis dan buang-buang nyawa. Sederhana saja, IRAN TIDAK BOLEH PUNYA SENJATA NUKLIR," tulisnya.

Pesan itu muncul setelah Israel meminta sekitar 330.000 orang di pusat Teheran mengevakuasi diri sebelum serangan TV itu diluncurkan. Kendati demikian, juru bicara Gedung Putih Alex Pfeiffer membantah bahwa pasukan AS ikut serta dan menegaskan tentara Amerika tetap berada di posisi defensif di kawasan.

Dampak Diplomatik dan KTT G7

Tindakan Trump untuk keluar lebih awal dari KTT G7 mengganggu agenda diplomatik, khususnya pernyataan bersama tentang konflik Israel-Iran. Ia menolak menandatangani draf yang menyerukan de-eskalasi sekaligus menegaskan bahwa Iran tak boleh memiliki senjata nuklir. Penolakan itu menciptakan perpecahan dengan sekutu-sekutunya di grup tujuh negara industri tersebut.

Donald Trump tiba-tiba membatalkan pertemuan yang sudah diarahkan dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Agenda asli itu akan membahas isu perdagangan dan aliansi nuklir AUKUS. Langkah mendadak ini memberi sinyal bahwa Trump lebih memusingkan konflik di Timur Tengah daripada jadwal diplomasi lain.

Setelah kembali ke Washington, Trump direncanakan bertemu Dewan Keamanan Nasional di ruang situasi Gedung Putih. Pertemuan ini memberi tanda betapa seriusnya pemerintahan Biden merespons ketegangan terbaru dan mempersiapkan langkah-langkah strategi selanjutnya.

Di sisi lain, Teheran menyatakan siap meneruskan negosiasi soal program nuklir melalui mediator Arab asal Riyadh-jika serangan udara Israel dihentikan. Tetapi, Israel bersikeras bahwa bom jetnya baru berhenti jika Tehran menghentikan seluruh program pengayaan. Jadi, meski ada tawaran diplomatik, jalan menuju perdamaian tetap tersandung banyak rintangan.

Keputusan Trump keluar lebih awal dari KTT G7 dan mengalihkan perhatian ke Timur Tengah jelas mencerminkan slogan America First. Namun, manuver itu menimbulkan tanda tanya tentang bagaimana langkahnya bakal memengaruhi hubungan internasional dan posisi AS sebagai pemimpin diplomasi global.(Red)

Kunjungi Google & YouTube

Polres Lingga Tegaskan Tidak Ada Tempat untuk Premanisme di Wilayahnya

Views Senin, Mei 12, 2025

Himbauan Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Lingga, akan Memberantas Premanisme di Wilayah Kabupaten Lingga / Foto: Polres Lingga

Lingga – Kepolisian Resor (Polres) Lingga menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu, 10 Mei 2025, Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada siapa pun yang terlibat dalam aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan masyarakat.

AKBP Pahala menyebutkan bahwa premanisme dalam bentuk apa pun, mulai dari aksi intimidasi, pemalakan, hingga pungutan liar, tidak akan ditoleransi. Ia menekankan bahwa kehadiran aparat penegak hukum bertujuan menciptakan suasana aman dan tertib demi mendukung pembangunan dan meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Lingga.

"Premanisme tidak boleh dibiarkan menjadi penghalang bagi kemajuan daerah. Kami bertekad menjadikan Lingga sebagai wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun investor," ujar Kapolres.

Sebagai bentuk pencegahan dan penanganan cepat, Polres Lingga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta untuk segera melapor jika menemukan atau mengalami tindakan yang mengarah pada praktik premanisme.

"Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti secara serius dan profesional tanpa pandang bulu," tambahnya.

Untuk mempermudah pelaporan, masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center Polri di 110 atau melalui nomor WhatsApp Polres Lingga di 0821-8034-8998.

Dengan langkah ini, Polres Lingga menunjukkan kesungguhannya dalam menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, serta menegakkan hukum demi terciptanya Kabupaten Lingga yang damai dan terbebas dari pengaruh premanisme.(@jo)

Lowongan Kerja Data Entry Marketplace

Views Minggu, Mei 11, 2025

Bismillah 
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Real Project 2025
Bisa Dilakukan Dari Rumah. 

INFO LOWONGAN PEKERJAAN (Loker Digital)

PEKERJAAN DATA ENTRY/INPUT DATA LINK PRODUK MARKETPLACE 

MTECHT COMMUNITY LINGGA - sedang mencari para talenta muda dan mereka yang punya minat dan kemampuan Untuk melakukan pekerjaan dibidang input data dari Komputer ke Internet.

Deskripsi Pekerjaan: Input Data Produk Marketplace Ke Internet (Data data sudah kami siapkan untuk anda bekerja)

Syarat :
(1). Bisa mengoperasikan komputer (bisa mengetik, Copy, Paste File gambar dan link)
(2). Faham mengoperasikan Internet.
(3). Punya laptop/komputer.
(4). Punya akun WhatsApp 
(5). Punya jaringan internet. dirumah (boleh wifi/tethering).
(6). Sehat jasmani rohani,jujur dan punya semangat/etos kerja tinggi.
(7). Mampu memenuhi target

Langkah Melamar Pekerjaan ini:
(1). Hubungi nomor WhatsApp dibawah ini (Ketik: Nama - Domisili/Alamat Singkat - Umur - Pekerjaan Sebelumnya)
(2). anda akan di Screening test, (Jika anda Lulus)
(3). Anda akan kami berikan pembekalan/training singkat 
(4). berikutnya pekerjaan bisa anda llakukan dari mana saja/di rumah masing masing.

Hubungi Segera:

Catatan;
(1). Kami hanya menerima peminat yang serius dan benar-benar ingin semangat bekerja sama.

(2). Pendaftaran GRATIS Tanpa biaya

MUSDESSUS - Beginilah Langkah Yang Benar Dalam Melakukan Pendirian Koperasi Desa Merah Putih

Views Minggu, Mei 11, 2025


Aceh — Koperasi Merah Putih Asoe Nanggroe secara resmi terbentuk sebagai langkah nyata dalam memajukan perekonomian masyarakat lokal di Provinsi Aceh. Pengukuhan koperasi ini dilakukan melalui musyawarah yang dihadiri oleh berbagai tokoh adat, pemuda, perwakilan masyarakat, serta sejumlah instansi terkait.

Koperasi yang lahir dari inisiatif masyarakat setempat ini memiliki visi untuk menjadi wadah pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Rencananya, koperasi akan fokus pada pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pertanian, perikanan, dan pariwisata. Selain itu, koperasi juga bertujuan menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi Aceh dalam setiap aktivitasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Koperasi Merah Putih Asoe Nanggroe, Tgk. Muhammad Amin, menyampaikan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan jawaban atas tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat pasca-pandemi. “Kami ingin membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat Aceh bisa bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas terbentuknya koperasi ini. Wakil Bupati Aceh Besar, dalam kesempatan yang sama, menyatakan dukungan penuh dan berharap koperasi dapat menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan rakyat. “Kami siap mendampingi dan memberikan pembinaan agar koperasi bisa berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Aceh menyebutkan bahwa pembentukan koperasi seperti ini sangat penting dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. “Koperasi adalah salah satu fondasi utama perekonomian nasional. Jika dikelola dengan baik, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelas Kadis Koperasi Aceh, Drs. Zulkifli.

Rencana awal koperasi termasuk pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas, termasuk pemasaran digital. Koperasi juga akan bekerja sama dengan lembaga keuangan dan organisasi non-pemerintah untuk memperkuat kapasitas anggota.

Masyarakat lokal menyambut positif hadirnya koperasi ini. Sejumlah pemuda menyatakan siap berpartisipasi aktif dalam program-program yang akan digelar. "Ini peluang besar bagi kami untuk berkarya dan menciptakan lapangan kerja tanpa harus merantau," kata salah satu anggota muda koperasi, Firdaus.

Dengan terbentuknya Koperasi Merah Putih Asoe Nanggroe, harapan untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Aceh semakin nyata. Koperasi ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.(J@)