Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan

Polres Lingga Tegaskan Tidak Ada Tempat untuk Premanisme di Wilayahnya

Views Senin, Mei 12, 2025

Himbauan Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Lingga, akan Memberantas Premanisme di Wilayah Kabupaten Lingga / Foto: Polres Lingga

Lingga – Kepolisian Resor (Polres) Lingga menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu, 10 Mei 2025, Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada siapa pun yang terlibat dalam aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan masyarakat.

AKBP Pahala menyebutkan bahwa premanisme dalam bentuk apa pun, mulai dari aksi intimidasi, pemalakan, hingga pungutan liar, tidak akan ditoleransi. Ia menekankan bahwa kehadiran aparat penegak hukum bertujuan menciptakan suasana aman dan tertib demi mendukung pembangunan dan meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Lingga.

"Premanisme tidak boleh dibiarkan menjadi penghalang bagi kemajuan daerah. Kami bertekad menjadikan Lingga sebagai wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun investor," ujar Kapolres.

Sebagai bentuk pencegahan dan penanganan cepat, Polres Lingga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta untuk segera melapor jika menemukan atau mengalami tindakan yang mengarah pada praktik premanisme.

"Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti secara serius dan profesional tanpa pandang bulu," tambahnya.

Untuk mempermudah pelaporan, masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center Polri di 110 atau melalui nomor WhatsApp Polres Lingga di 0821-8034-8998.

Dengan langkah ini, Polres Lingga menunjukkan kesungguhannya dalam menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, serta menegakkan hukum demi terciptanya Kabupaten Lingga yang damai dan terbebas dari pengaruh premanisme.(@jo)

MUSDESSUS - Beginilah Langkah Yang Benar Dalam Melakukan Pendirian Koperasi Desa Merah Putih

Views Minggu, Mei 11, 2025


Aceh — Koperasi Merah Putih Asoe Nanggroe secara resmi terbentuk sebagai langkah nyata dalam memajukan perekonomian masyarakat lokal di Provinsi Aceh. Pengukuhan koperasi ini dilakukan melalui musyawarah yang dihadiri oleh berbagai tokoh adat, pemuda, perwakilan masyarakat, serta sejumlah instansi terkait.

Koperasi yang lahir dari inisiatif masyarakat setempat ini memiliki visi untuk menjadi wadah pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Rencananya, koperasi akan fokus pada pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pertanian, perikanan, dan pariwisata. Selain itu, koperasi juga bertujuan menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi Aceh dalam setiap aktivitasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Koperasi Merah Putih Asoe Nanggroe, Tgk. Muhammad Amin, menyampaikan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan jawaban atas tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat pasca-pandemi. “Kami ingin membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat Aceh bisa bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas terbentuknya koperasi ini. Wakil Bupati Aceh Besar, dalam kesempatan yang sama, menyatakan dukungan penuh dan berharap koperasi dapat menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan rakyat. “Kami siap mendampingi dan memberikan pembinaan agar koperasi bisa berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Aceh menyebutkan bahwa pembentukan koperasi seperti ini sangat penting dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. “Koperasi adalah salah satu fondasi utama perekonomian nasional. Jika dikelola dengan baik, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelas Kadis Koperasi Aceh, Drs. Zulkifli.

Rencana awal koperasi termasuk pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas, termasuk pemasaran digital. Koperasi juga akan bekerja sama dengan lembaga keuangan dan organisasi non-pemerintah untuk memperkuat kapasitas anggota.

Masyarakat lokal menyambut positif hadirnya koperasi ini. Sejumlah pemuda menyatakan siap berpartisipasi aktif dalam program-program yang akan digelar. "Ini peluang besar bagi kami untuk berkarya dan menciptakan lapangan kerja tanpa harus merantau," kata salah satu anggota muda koperasi, Firdaus.

Dengan terbentuknya Koperasi Merah Putih Asoe Nanggroe, harapan untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Aceh semakin nyata. Koperasi ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.(J@)

Komitmen Menuju Kemajuan, Desa Tinjul Sukses Melaksanakan Kegiatan Pelatihan Penguatan Manajemen Pengelolaan BUMDESA

Views Jumat, Oktober 18, 2024

Lingga—Desa Tinjul Pada Kamis 17 Oktober 2024 M, bertepatan dengan 14 Rabiul Akhir 1446 H, Desa Tinjul melakukan kegiatan penting yang bertajuk "Pelatihan Penguatan Peningkatan Manajemen Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA) Tinjul." Kegiatan ini dilaksanakan di gedung serbaguna Desa Tinjul, dan dihadiri oleh jajaran penting dari BUMDESA Tinjul, termasuk Direktur, Sekretaris, dan Bendahara. Pelatihan tersebut dipandu oleh dua pemateri berpengalaman yang telah lama berkecimpung dalam pembangunan desa, yaitu Bapak Azrani Ery Saputra, S.Pi, Paralegal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Satu Hati Indonesia Kabupaten Lingga, dan Bapak Ahmad Syaukani, Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Lingga.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tinjul, Bapak Amren. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan manajemen dalam pengelolaan BUMDESA sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan ekonomi desa. BUMDESA merupakan salah satu instrumen strategis yang dapat digunakan untuk memajukan perekonomian desa melalui pengelolaan usaha yang terorganisir dengan baik. "Penguatan manajemen ini adalah langkah awal kita untuk memastikan bahwa usaha yang dikelola oleh BUMDESA dapat berjalan dengan profesional dan berkelanjutan. Kita harus memastikan bahwa BUMDESA tidak hanya menjadi alat ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kemandirian desa," ujar Bapak Amren.

Kehadiran para pemateri yang berpengalaman di bidangnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan dan tata kelola BUMDESA yang baik. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengurus BUMDESA dalam menyusun perencanaan bisnis yang tepat, melaksanakan manajemen keuangan yang akuntabel, serta melakukan evaluasi terhadap usaha yang telah berjalan.

Materi Pelatihan: Strategi dan Praktik Pengelolaan BUMDESA

Bapak Ahmad Syaukani sebagai pemateri pertama, memberikan materi seputar strategi pengembangan usaha dan manajemen keuangan yang efektif untuk BUMDESA. Beliau menekankan pentingnya penyusunan rencana bisnis (business plan) yang matang sebagai panduan bagi BUMDESA dalam menjalankan usahanya. "Rencana bisnis yang jelas akan membantu BUMDESA dalam mengidentifikasi potensi pasar, merancang produk atau jasa yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menentukan arah kebijakan usaha yang akan diambil," jelas Syaukani.

Sesi dilanjutkan oleh Bapak Azrani Ery Saputra, S.Pi, yang membahas aspek hukum dalam pengelolaan BUMDESA. Beliau menjelaskan bahwa BUMDESA bukan sekadar unit usaha biasa, tetapi merupakan badan usaha yang dibentuk oleh pemerintah desa dengan regulasi dan undang-undang yang mengatur secara ketat. "Setiap langkah yang diambil dalam pengelolaan BUMDESA harus didasarkan pada aturan hukum yang jelas. Salah kelola atau tidak mematuhi regulasi dapat berakibat fatal bagi kelangsungan usaha dan tentunya bagi masyarakat desa yang menjadi pemangku kepentingan utama," ungkap Azrani.

Beliau juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan BUMDESA. Dalam paparannya, Azrani mengingatkan bahwa setiap dana yang masuk dan keluar harus dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dana yang dapat merugikan desa. Selain itu, beliau juga memberikan pemahaman terkait perlunya menjaga hubungan baik dengan pemerintah desa dan masyarakat sebagai pemilik modal utama dari BUMDESA.

Lebih lanjut, beliau juga memberikan contoh konkret tentang bagaimana BUMDESA di desa lain telah berhasil mengelola usaha dengan prinsip-prinsip manajemen modern. Salah satunya adalah pentingnya diversifikasi usaha agar BUMDESA tidak hanya bergantung pada satu sektor usaha saja. Dengan diversifikasi, BUMDESA dapat meningkatkan peluang keberhasilan dan mengurangi risiko kerugian apabila usaha utama mengalami kendala. "Keberhasilan BUMDESA sangat dipengaruhi oleh seberapa baik pengurusnya dalam merencanakan dan mengeksekusi strategi usaha yang telah dirancang. Tidak hanya berfokus pada usaha jangka pendek, tetapi juga memikirkan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang," tambahnya.

Diskusi Interaktif dan Pendampingan Teknis

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Para peserta, termasuk Direktur, Sekretaris, dan Bendahara BUMDESA, aktif bertanya mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi dalam pengelolaan usaha BUMDESA selama ini. Salah satu topik yang banyak dibahas adalah mengenai cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung usaha yang dijalankan oleh BUMDESA.

Selain diskusi, kedua pemateri juga memberikan pendampingan teknis secara langsung terkait pembuatan laporan keuangan, penyusunan anggaran, serta evaluasi usaha yang sudah berjalan. Para pengurus BUMDESA Tinjul diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi penyusunan laporan keuangan dengan bimbingan dari para pemateri. Simulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar memahami dan mampu menerapkan prinsip-prinsip yang telah diajarkan dalam pelatihan ini.

Pentingnya Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDESA

Pada akhir pelatihan, baik Bapak Azrani Ery Saputra maupun Bapak Ahmad Syaukani sepakat bahwa kunci keberhasilan BUMDESA terletak pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola usaha tersebut. Pelatihan-pelatihan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan agar pengurus BUMDESA mampu beradaptasi dengan tantangan-tantangan baru yang muncul seiring dengan perkembangan zaman.

BUMDESA, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi desa, harus mampu bersaing dan berkembang dalam iklim usaha yang semakin kompetitif. Untuk itu, diperlukan pengurus yang tidak hanya memiliki komitmen yang tinggi, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni. "Kita berharap, setelah pelatihan ini, BUMDESA Tinjul bisa semakin profesional dan mandiri dalam mengelola usahanya, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tinjul," ujar Syaukani dalam penutupannya.

Pelatihan ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa penguatan manajemen dan peningkatan keterampilan pengurus BUMDESA adalah langkah penting dalam memastikan keberhasilan jangka panjang dari BUMDESA Tinjul. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Desa Tinjul untuk terus maju dan berkembang melalui pengelolaan usaha yang baik dan terstruktur.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para pengurus BUMDESA Tinjul dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk memajukan usaha yang dikelola, serta berkontribusi secara maksimal dalam meningkatkan perekonomian desa. (@jo).

Kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau Terlaksana dengan Sukses

Views Selasa, Juni 11, 2024


Tanjung Pinang, Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pengelolaan keuangan desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9-11 Juni 2024 di Ball Room Hotel CK Tanjung Pinang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk aparat desa, kepolisian, kejaksaan, dan Kementerian Dalam Negeri RI.

Bimtek ini mengundang pembicara dari berbagai instansi penting, yaitu Polres Lingga, Kejaksaan Negeri Lingga, dan Kementerian Dalam Negeri RI. Masing-masing pembicara memberikan materi dan arahan mengenai pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Dalam sambutannya, para pembicara menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa agar mampu mengelola keuangan dengan baik dan menghindari penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lingga, Bapak Amren, menjelaskan bahwa Bimtek ini sangat diperlukan mengingat kompleksitas tugas dan tanggung jawab aparatur desa dalam mengelola keuangan desa. "Pengelolaan keuangan desa yang baik dan benar adalah kunci utama untuk pembangunan yang berkelanjutan. Melalui Bimtek ini, kami berharap aparatur desa dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan keuangan," ujar Amren.

Bapak Amren juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk mencegah terjadinya korupsi di tingkat desa. "Dengan adanya pemahaman yang mendalam tentang regulasi dan prosedur keuangan desa, kita bisa meminimalisir potensi penyimpangan dan korupsi. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mewujudkan pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas," tambahnya.

Acara Bimtek ini disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, serta perangkat desa lainnya. Mereka menganggap kegiatan ini sebagai kesempatan berharga untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola keuangan desa. "Kami sangat berterima kasih atas penyelenggaraan Bimtek ini. Ini sangat membantu kami dalam memahami lebih jauh tentang tata kelola keuangan desa yang baik," kata Bapak Ovi (sekretaris desa) salah satu peserta dari Desa Tinjul, Kabupaten Lingga.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam Bimtek ini adalah mengenai perencanaan anggaran desa yang partisipatif. Dalam sesi ini, para peserta diajarkan bagaimana melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan anggaran agar anggaran yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa. Selain itu, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. (@jo)


Ketua DPD Geram Lingga Sambangi RSUD Dabosingkep untuk Menjenguk Ketua RT Desa Posek yang Alami Musibah Tertusuk Pancing Rawai

Views Sabtu, Juli 29, 2023
Ketua GERAM Lingga Menjenguk Bapak Edi Warga sekaligus Ketua RT di Desa Posek

SATUPORTAL LINGGA - Musibah tak diinginkan menimpa Ketua RT Desa Posek, Bapak Edi, pada hari Sabtu, 29 Juli 2023, ketika beliau mengalami musibah tertusuk mata pancing rawai. Kabar tersebut langsung menarik perhatian Ketua DPD Generasi Anak Melayu (Geram) Kabupaten Lingga, yang langsung mengunjungi RSUD Dabosingkep untuk menjenguk Bapak Edi yang tengah dirawat.

Kedatangan Ketua DPD Geram Kabupaten Lingga tersebut tidak sendiri, ia ditemani oleh Ketua Organisasi Kepemudaan Kabupaten Lingga (OKK Geram), Bapak Zulfikar. Keduanya datang ke RSUD Dabosingkep dengan niat memberikan dukungan moral dan doa kesembuhan untuk Bapak Edi yang tengah mengalami cobaan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa musibah ini terjadi saat Bapak Edi tengah berada di area pesisir Desa Posek. Saat itu, beliau sedang asyik memancing menggunakan mata pancing jenis rawai. Sayangnya, tanpa diduga, rawai yang digunakannya tiba-tiba terlepas dan menancap ke tangannya. Hal ini menyebabkan mata pancing rawai tersebut mengenai tangan kanan Bapak Edi dengan cukup dalam.

Melihat kejadian yang menimpa Ketua RT Desa Posek ini, warga sekitar langsung memberikan pertolongan pertama. Selanjutnya, Bapak Edi segera diantar ke RSUD Dabosingkep untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.

Di RSUD Dabosingkep, Bapak Edi langsung ditangani oleh tenaga medis yang berkompeten. Proses penanganan dilakukan dengan cermat dan hati-hati, mengingat luka di area tangan merupakan kondisi yang sensitif yang tidak boleh dibiarkan karena khawatir berpotensi menimbulkan risiko lain jika tidak ditangani dengan baik.

Ketua DPD Geram, yang mendengar kabar musibah yang dialami oleh Bapak Edi, merasa prihatin dan segera berkoordinasi dengan pihak RSUD Dabosingkep untuk memastikan bahwa Ketua RT Desa Posek mendapatkan perawatan terbaik. Beliau menyatakan bahwa Bapak Edi adalah sosok yang baik dan telah banyak berkontribusi dalam memajukan Desa Posek. Oleh karena itu, beliau merasa penting untuk memberikan dukungan dan semangat agar Bapak Edi dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Melalui media ini, Ketua DPD Geram Lingga dan Ketua OKK Geram juga tidak lupa memberikan semangat kepada keluarga Bapak Edi yang tengah merasa khawatir dan sedih menghadapi cobaan ini. Mereka berharap agar keluarga Bapak Edi tetap tabah dan percaya bahwa Bapak Edi akan segera pulih dengan dukungan perawatan medis yang maksimal.

Tak hanya itu, Bapak Zulfikar dari OKK Geram juga menyampaikan pesan-pesan positif untuk warga Desa Posek agar lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar perairan atau melakukan kegiatan yang berisiko tinggi. Mengingat kejadian ini merupakan musibah yang tidak diinginkan dan bisa terjadi pada siapa saja, penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Sementara itu, tokoh pemuda sekaligus anggota GERAM dari Desa Posek Bapak Jun, bersama Wakil Ketua BPD Desa Posek, Bapak M.Bujang Bahari, juga ikut berperan aktif dalam membantu proses pengantaran Bapak Edi ke RSUD Dabosingkep. Beliau berharap agar warga Desa Posek selalu saling tolong-menolong dan peduli terhadap sesama di saat-saat sulit seperti ini.

Perawat desa yang bertugas, yang juga ikut membantu mengantarkan pasie sampai ke RSUD Dabosingkep yakni Ibu Sabar, menyatakan bahwa kondisi Bapak Edi sudah mendapatkan penanganan medis yang tepat. Namun, ia juga mengingatkan agar Bapak Edi dan keluarga tetap mematuhi petunjuk dokter dan menjalani proses pemulihan dengan sabar.

Kejadian tragis ini menjadi peringatan bagi semua orang akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Semoga Bapak Edi segera pulih dan bisa kembali beraktivitas normal, dan semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Seluruh masyarakat Desa Posek juga berharap kunjungan dari Ketua DPD Geram dan OKK Geram dapat menjadi dukungan moril dan semangat bagi Bapak Edi dan keluarganya. (Johari)

Jalan Penghubung Desa Posek Kabupaten Lingga Rusak Parah

Views Selasa, Maret 05, 2019
Lingga - Masyarakat Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek Kabupaten Lingga, mengeluhkan kondisi jalan penghubung antara Pulau Posek menuju Pulau Mas belum dibangun. Pasalnya, kondisinya yang tidak rata dan berlubang, membuat pengendara kerap kali oleng dan nyaris jatuh.(Rabu, 3 April 2019) 

Warga setempat, Junan, mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut sangat begitu parah dan sangat mengharapkan jalan penghubung tersebut cepat cepat diaspal atau disemen, agar aktivitas masyarakat, khususnya yang menggunakan jalan lancar. Sebab kata dia, jalan tersebut terlihat mulus dari jauh, namun ketika melewatinya cukup merepotkan karena berlubang - lubang. 

“Wajar saja kalau kemudian kami mengeluh dengan jalanannya," bebernya.

Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan, kondisi jalan tersebut diperparah ketika hujan permukaan jalan menjadi licin. Selain itu, sejumlah kerusakan jalan juga tak terlihat dengan jelas ketika diguyur hujan. Hal ini menurutnya cukup merepotkan, terlebih aktivitas di lokasi tersebut cukup ramai.

Bahkan dikatakannya, beberapa warga ada yang tergelincir katika kondisi permukaan jalan tersebut basah. "Belum lama, pas hujan beberapa hari lalu, ada seorang  warga posek jatuh karena tergelincir. Karena yang dilaluinya itu licin," jelasnya.

Sementara itu, Amran, warga lainnya juga mengungkapkan senada. Ia mengatakan kondisi jalan tersebut dapat ditingkatkan atau diaspal. Dengan ditingkatkan, aktivitas menjadi lebih lancar, baik itu cuaca panas maupun hujan.

Besar harapannya agar jalan tersebut dapat ditingkatkan. Karena, dengan diaspalnya jalan itu secara tidak langsung juga berdampak positif bagi pembangunan di Desa Kami. "Harapan kita seperti itu. Semoga saja jalan kami dapat perhatian pemerintah secepatnya.(Mus)