Tampilkan postingan dengan label Tanjungpinang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanjungpinang. Tampilkan semua postingan

Kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau Terlaksana dengan Sukses

Views Selasa, Juni 11, 2024


Tanjung Pinang, Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pengelolaan keuangan desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9-11 Juni 2024 di Ball Room Hotel CK Tanjung Pinang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk aparat desa, kepolisian, kejaksaan, dan Kementerian Dalam Negeri RI.

Bimtek ini mengundang pembicara dari berbagai instansi penting, yaitu Polres Lingga, Kejaksaan Negeri Lingga, dan Kementerian Dalam Negeri RI. Masing-masing pembicara memberikan materi dan arahan mengenai pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Dalam sambutannya, para pembicara menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa agar mampu mengelola keuangan dengan baik dan menghindari penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lingga, Bapak Amren, menjelaskan bahwa Bimtek ini sangat diperlukan mengingat kompleksitas tugas dan tanggung jawab aparatur desa dalam mengelola keuangan desa. "Pengelolaan keuangan desa yang baik dan benar adalah kunci utama untuk pembangunan yang berkelanjutan. Melalui Bimtek ini, kami berharap aparatur desa dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan keuangan," ujar Amren.

Bapak Amren juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk mencegah terjadinya korupsi di tingkat desa. "Dengan adanya pemahaman yang mendalam tentang regulasi dan prosedur keuangan desa, kita bisa meminimalisir potensi penyimpangan dan korupsi. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mewujudkan pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas," tambahnya.

Acara Bimtek ini disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, serta perangkat desa lainnya. Mereka menganggap kegiatan ini sebagai kesempatan berharga untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola keuangan desa. "Kami sangat berterima kasih atas penyelenggaraan Bimtek ini. Ini sangat membantu kami dalam memahami lebih jauh tentang tata kelola keuangan desa yang baik," kata Bapak Ovi (sekretaris desa) salah satu peserta dari Desa Tinjul, Kabupaten Lingga.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam Bimtek ini adalah mengenai perencanaan anggaran desa yang partisipatif. Dalam sesi ini, para peserta diajarkan bagaimana melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan anggaran agar anggaran yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa. Selain itu, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. (@jo)


Geram Kepri Bersatu Provinsi Kepulauan Riau, Sukses Mengadakan Kegiatan Seminar Bengkel Destar Tanjak dan Tengkolok di Tanjung Pinang

Views Minggu, Desember 24, 2023
Tanjung Pinang - Dalam upaya melestarikan kebudayaan Melayu, Generasi Anak Melayu (Geram) Kepri Bersatu, Provinsi Kepulauan Riau menggelar acara pelatihan pembuatan tanjak dengan tema "Seminar Bengkel Destar Tanjak dan Tengkolok." Acara tersebut berlangsung di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjung Pinang pada 9-10 Jumadhil Akhir 1445 H atau 22-23 Desember 2023 M.Acara yang dihadiri oleh puluhan peserta ini bertujuan untuk memperkenalkan, memahami, dan melestarikan seni tradisional Melayu, khususnya dalam pembuatan tanjak, destar, dan tengkolok. Tidak hanya sebagai bentuk warisan budaya, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong generasi muda untuk tetap mencintai dan mempertahankan kearifan lokal.

Narasumber dalam acara ini adalah Tuan Guru DR. Johan Iskandar, dari negeri Jiran Malaysia. Dalam penjelasannya, Tuan Guru Johan Iskandar menyatakan, "Semangat melestarikan kebudayaan harus tumbuh dan ditanamkan sejak dini. Tanjak, destar, dan tengkolok bukan hanya sekadar aksesori, tetapi merupakan identitas yang harus dijaga dengan baik."Peserta pelatihan tidak hanya diberikan teori, tetapi juga praktek langsung dalam pembuatan tanjak dan destar. Bengkel ini melibatkan para pengrajin lokal yang sudah mahir dalam seni tradisional tersebut. Mereka berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada peserta, memberikan pandangan mendalam tentang sejarah, makna, dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap detail pembuatan tanjak dan destar."Saya senang melihat antusiasme peserta, terutama generasi muda, dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka adalah pewaris budaya yang harus terus dibimbing dan didukung," tambah Tokoh muda sekaligus Dewan Pembina Utama Geram Kepri Bersatu Provinsi Kepulauan Riau, Tedi Jun Askara,SE,MM.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran tanjak dan destar klasik, yang memperlihatkan keindahan dan keunikannya. Selain itu, terdapat sesi diskusi panel yang melibatkan ahli budaya, sejarah, dan seni Melayu. Mereka membahas tantangan dan strategi dalam melestarikan warisan budaya di era modern, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi. Selain kegiatan inti, acara ini juga menampilkan pertunjukan seni tradisional, seperti tarian dan musik Melayu, yang menambah kemeriahan dan kehangatan suasana. Partisipasi aktif masyarakat setempat dalam mendukung acara ini juga menjadi dorongan positif bagi panitia penyelenggara. Penanggung jawab kegiatan, Bapak Aryandi,SE, menyatakan kepuasannya atas antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam acara tersebut. "Ini bukan hanya sebuah kegiatan, tetapi sebuah gerakan untuk menjaga kearifan lokal kita. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. 

Dalam sesi tanya-jawab, salah satu peserta Juli Wahyudi selaku Ketua Geram Lingga mengusulkan agar tanjak dijadikan program kearifan budaya lokal untuk masuk ke sekolah sekolah.

"Acara ditutup dengan penampilan peserta pelatihan yang memamerkan hasil karya tanjak dan destar yang telah mereka buat selama pelatihan. Masing-masing karya menggambarkan keunikan dan kreativitas peserta dalam menerapkan keterampilan yang telah mereka pelajari.Dengan suksesnya acara ini, Geram Kepri Bersatu memberikan kontribusi yang berarti dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu. Semangat untuk terus melestarikan kearifan lokal harus terus ditanamkan, bukan hanya dalam diri peserta, tetapi juga dalam setiap individu yang peduli terhadap keberagaman dan kekayaan budaya bangsa. (@johari)

Gubernur Kepri Minta ASN Jadi Role Model Pencegahan Covid-19

Views Jumat, April 30, 2021


Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad SE MM mendorong agar aparatur sipil negara (ASN) dapat menjadi contoh atau role model bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19. Dalam berbagai kesempatan Gubernur  selalu mengingatkan ASN,  agar selalu mematuhi protokol pencegahan Covid-19 sebagaimana anjuran maupun imbauan pemerintah.

Dijelaskan Gubernur, dalam penanganan Covid-19, ASN harus berada pada posisi terdepan dalam mengedukasi, menyosialisasikan dan mengaplikasikan protokol kesehatan tanpa jemu dan tak kenal lelah. Walaupun program vaksin sudah berjalan. Apa lagi akhir-akhir ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kepulauan Riau.

“Jangan bosan untuk menyampaikan ke masyarakat bahaya Covid-19. Ini musuh bersama yang juga harus diperangi secara bersama. ASN kita minta jangan berhenti membantu dalam sosialisasi dan edukasi ke masyarakat bahwa protokol kesehatan itu penting,” jelas Gubernur Ansar Ahmad ketika menyoroti tentang angka Covid 19 di Kepri, Kamis (29/4).

Menurut Gubernur, salah satu contoh yang bisa ditunjukkan ASN sebagai ujung tombak dalam pencegahan penyebaran Covid-19 misalnya saat berada di tempat kerja hingga lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Misalnya menyiapkan tempat cuci tangan dan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta selalu menggunakan masker saat harus keluar rumah untuk keperluan tertentu.

Disampaikan masa pandemi covid ini, menuntut untuk saling bekerjasama dan bergotong royong agar kembali bangkit. ASN sebagai pelayan masyarakat harus mampu memberi teladan dan edukasi kepada masyarakat bawah. “Pencegahan harus dimulai dari kehidupan pribadi. Banyak warga yang belum memahami hal itu. Mereka belum menganggap covid ini berbahaya bagi kelangsungan bangsa ke depan. Untuk itulah kita jangan bosan untuk memberikan pemahaman kepada mereka,” katanya.

Tiga hal penting yang sangat terpengaruh oleh Covid-19 , kata Gubernur, diantaranya bidang kesehatan, perekonomian, dan sosial. Untuk itu pemerintah terus  melakukan penanganan dengan cepat dan tepat.  “Jika tidak maka program recovery economi tidak akan berhasil. Banyak pencapaian yang kita raih kalau kita sehat dan kuat,” tegas Gubernur.

Sementara itu menurut  Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau,  DR.H.TS ARIF FADILLAH,SSos,M.Si, sampai hari ini jumlah masyarakat yang terpapar Covid 19 se-Provinsi Kepulauan Riau ada 10.942 orang atau ada penambahan 105 kasus baru untuk hari ini. Dari jumlah itu sebanyak  1.055 orang yg terkonfirmasi positif (9,64%), yang sudah sembuh  9.627 Orang  (87,98%) dan yang meninggal 260 orang (2,38%).

“Data terbaru kita, hari ini ada penambahan 105 kasus yang berasal dari Kota Batam 65 kasus, Tanjungpinang 29 kasus, Bintan sebanyak 2 kasus, 8 orang di Kabupaten Karimun dan 1 orang di Kabupaten Lingga. Sementara yang berhasil sembuh ada 43 orang. Mereka dari Kota Batam 18 orang,  21 orang dari Kota Tanjungpinang dan 4 orang di Kabupaten Bintan,” jelas Arif Fadilah.

Sementara untuk angka kematian akibat Covid 19 untuk hari ini berjumlah 3 orang yang masing-masing dari Batam, Bintan dan Kabupaten Lingga. (Am/Tip)

Sumber : Yono.

NY.AGUSTA BOB TAMARA RESMI JABAT KETUA CABANG 2 KORCAB IV DJA I

Views Kamis, April 15, 2021

 

TANJUNGPINANG–SP. Ketua Koordinator Cabang IV Daerah Jalasenastri Armada I (Ketua Korcab IV DJA I) Ny. Helena Indarto Budiarto, pimpin acara pengangkatan dalam jabatan Ketua Cabang 2 Korcab IV DJA I yang berlangsung di Aula Denma Mako Lantamal IV Jl. Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang Kepri, Kamis sore (15/4/2021).

Jabatan Ketua Cabang 2 resmi diangkat  kepada Ny. Agusta Bob Tamara yang ditandai dengan penandatanganan berita acara pengangkatan dalam jabatan disaksikan oleh Ketua Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada I.

Acara diawali dengan penandatanganan Berita Acara Pengangkatan dalam Jabatan Ketua Cabang 2 Korcab IV DJA I, kemudian penandatanganan Berita Acara Kekayaan dan Keuangan serta pemberian Memori. Sebelum ditutup acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Acara tersebut tetap mengutamakan Protokol Kesehatan yaitu memakai masker, sarung tangan, menjaga jarak, melaksanakan tes rapid bagi pengurus Jalasenastri diluar dari Tanjungpinang, kemudian mencuci tangan atau menggunakan hand sanitazer.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Korcab IV DJA I Ny. Dhewy Andi Rahmat, Ketua Cabang 1 Ny. Cok Bagus Alit, Ketua Cabang 4 Ny. Suharto, Ketua Cabang 9 Ny. Arif Prasetyo, serta pengurus Korcab IV DJA I. (Am)